
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (tengah). (Polda Metro Jaya)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya menerbitkan laporan polisi model A untuk mengusut peristiwa tewasnya Bambang Setiawan. Warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), itu menjadi korban dalam kerusuhan pada 27-28 Agustus lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa, terbitnya laporan polisi model A merupakan langkah proaktif dari instansinya untuk mengungkap peristiwa hukum yang menyebabkan kematian Bambang.
”Sebagai bentuk proaktif Polri dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan, perlindungan dan mengungkap apa yang terjadi,” ucap dia pada Rabu (2/9).
Secara tegas, Iman menyatakan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan atas tewasnya Bambang dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Tidak hanya menerbitkan laporan polisi model A, penyidik memastikan sudah mengantongi hasil visum dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Meski pihak keluarga sempat menyatakan menolak jenazah korban diotopsi, namun mereka mengizinkan dan tidak keberatan visum dilakukan. Dari hasil visum itu, polisi akan melakukan pendalaman untuk mengusut secara tuntas penyebab kematian Bambang.
”Tentunya visum sudah kami lakukan. Dan keluarga tidak keberatan untuk dilakukan visum, sehingga hasil visumnya juga sudah kami peroleh dari Rumah Sakit Polri,” imbuhnya.
Sebelumnya, polisi juga sudah mengumumkan 2 sketsa wajah terduga pelaku yang menganiaya Bambang hingga meninggal dunia. Menurut Iman, sketsa itu dibuat atas dasar pemeriksaan terhadap 14 orang saksi, rekaman Closed Circuit Television (CCTV), dan sejumlah rekaman video yang sudah beredar luas di media sosial (medsos) sejak kerusuhan terjadi sampai saat ini.
”Penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital. Dari proses tersebut didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ungkap dia.
Merujuk kedua sketsa wajah tersebut, sketsa wajah pertama menggambarkan laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan kulit coklat.
Sementara itu, sketsa wajah kedua menggambarkan laki-laki dengan perkiraan usia 30-40 tahun, bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
