
Tim Kuasa Hukum korban Joddy Mulyasetya Putra bersama para korban travel umrah oleh Hanania Group di Jakarta Selatan, Senin (1/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus dugaan penggelapan dana umrah oleh Hanania Group memasuki babak baru. Sejumlah jamaah yang menjadi korban sepakat untuk menempuh jalur hukum demi mendapatkan kepastian ganti rugi dan kejelasan nasib mereka.
Langkah tegas ini diambil setelah para korban merasa tidak mendapatkan kepastian terkait keberangkatan maupun pengembalian dana yang telah mereka setorkan.
Skala kasus dugaan penggelapan dana umrah ini terbilang fantastis. Berdasarkan pendataan mandiri yang dilakukan oleh sesama jamaah, total kerugian diperkirakan mencapai angka yang sangat besar.
"Berdasarkan informasi sementara yang kami terima dari para jamaah, total kerugian diperkirakan dapat mencapai kurang lebih Rp100 miliar. Namun, kami berharap seluruh data dapat segera diverifikasi agar jumlah kerugian menjadi jelas dan dapat diperjuangkan secara hukum," ujar Anny Rofi saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Melihat angka yang fantastis tersebut, jamaah mendesak adanya keterlibatan aktif dari lembaga negara untuk mengusut tuntas aset-aset milik travel agen tersebut.
"Kami berharap aparat penegak hukum, PPATK, dan kementerian terkait dapat membantu membuka kejelasan mengenai aliran dana, aset, dan bentuk perlindungan kepada jamaah. Kami ingin proses ini berjalan tertib dan benar-benar berpihak pada pemulihan hak jamaah," tambah Anny.
Bagi para korban, kasus dugaan penggelapan dana umrah Hanania Group ini bukan sekadar masalah kerugian materi semata. Ada impian besar untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci yang kini terancam kandas.
Uli Amelia, salah satu jamaah terdampak, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa jamaah sangat membutuhkan tanggung jawab nyata dari pihak travel.
"Kami sudah membayar dengan harapan bisa berangkat ibadah umrah. Yang kami butuhkan saat ini adalah kejelasan, kepastian, dan tanggung jawab. Kami berharap hak kami dapat dipulihkan," terangnya.
Dampak psikologis akibat ketidakpastian ini juga dirasakan oleh keluarga jamaah. Banyak dari mereka yang sudah melakukan persiapan matang sejak jauh-jauh hari.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
