Ratusan massa mengepung Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/08/2025). Kerusuhan tersebut terjadi menuntut kematian salah satu ojek daring yang terlindas mobil Brimob pada aksi demo kemarin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Situasi di depan Mapolda DIY kini telah kembali normal setelah sempat memanas akibat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh. Meski pagar sisi timur Mapolda mengalami kerusakan, pihak kepolisian memastikan bahwa wilayah Yogyakarta tetap aman dan terkendali.
Aksi penyampaian aspirasi ini bertujuan untuk menyuarakan solidaritas atas peristiwa di Tual, Maluku. Namun, suasana berubah menjadi anarkis hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyatakan rasa prihatinnya atas kejadian di Maluku sekaligus menyayangkan tindakan massa aksi.
"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya, Rabu (25/2).
Mengenai jalannya aksi, Ihsan menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda.
"Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan," katanya.
Dalam upaya meredam situasi, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Namun, langkah ini diambil sebagai bagian dari pengamanan sementara dan koordinasi lintas instansi.
Tepat pada pukul 22.30 WIB, ketiganya telah dikembalikan ke pihak kampus untuk pembinaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan demi menjaga hubungan baik antara aparat dan institusi pendidikan.
Klarifikasi Isu Gas Air Mata dan Suara Tembakan
Beredar kabar di media sosial mengenai penggunaan gas air mata atau tembakan peringatan oleh petugas. Namun, Ihsan secara tegas membantah informasi tersebut dan menyebutnya sebagai disinformasi.
Ia menjelaskan bahwa petugas mengedepankan pendekatan humanis dan kultur budaya Jawa yang sabar.
"Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi," tegasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
