Nenek dari Alvaro Kiano Nugroho yang bernama Sayem memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (Luthfia Miranda Putri/Antara)
JawaPos.com-Sejak pertama kali hilang pada 6 Maret 2025, Alvaro Kiano Nugroho tidak diketahui rimbanya. Pencarian oleh polisi selama lebih kurang 8 bulan tidak membuahkan hasil. Baru beberapa hari belakangan diketahui bahwa Alvaro menjadi korban pembunuhan. Polisi pun mengungkap penyebab bocah berusia 6 tahun itu sulit ditemukan.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Nicolas Ary Lilipaly, petugas Polsek Pesanggrahan sudah bekerja sejak laporan hilangnya Alvaro dibuat pada 7 Maret 2025. Pencarian Alvaro bahkan dilakukan hingga keluar Jakarta dan luar Jawa. Beberapa lokasi yang dicurigai oleh polisi sudah didatangi, namun selalu nihil hasil.
Belakangan diketahui bahwa Alvaro diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar. Dia adalah pelaku penculikan yang mengambil Alvaro tanpa sepengetahuan keluarga dari musala di sekitar tempat tinggalnya. Pada hari yang sama, pelaku dengan tega membunuh korban hanya karena Alvaro merengek dan menangis meminta pulang.
”Karena AKN (Alvaro) rewel dan menangis ingin pulang dan mainan yang dijanjikan (oleh pelaku) tidak kunjung ada atau belum dibeli, akhirnya dari situlah menurut keterangan ayah tirinya AKN dibekap menggunakan handuk, dicekik, serta ditindih,” ungkap Nicolas.
Akibat perbuatan itu, Alvaro tewas. Bocah malang tersebut kehilangan nyawa setelah Alex melakukan tindak kekerasan selama lebih kurang 2-3 menit. Dia baru berhenti membekap, mencekik, dan menindih Alvaro setelah korban kehilangan tidak bergerak sama sekali. Karena panik, Alex lantas berusaha menghilangkan jejak Alvaro.
”Kok bisa terungkapnya setelah 8 bulan? Jadi, selama 8 bulan itu Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga Polda Metro Jaya berkolaborasi. Karena awalnya kami dilaporkan terjadi penculikan anak, kami tidak punya pemikiran dan sebagainya, kecurigaan-kecurigaan kepada orang-orang dekat (korban),” terang Nicolas.
Menurut orang nomor satu di Polres Metro Jaksel itu, Alex bahkan ikut mencari korban. Dia diminta membantu mencari Alvaro oleh kakek korban. Kepada penyidik, Alex juga sempat mengaku hendak menjemput Alvaro. Mulai saat itu, Alex yang ternyata pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro terlibat dalam pencarian korban.
”Jadi, sama-sama juga datang ke Polsek Pesanggrahan itu pada tanggal 7 Maret untuk membuat laporan polisi kehilangan atau terjadi kehilangan dan penculikan anak,” imbuhnya.
Setelah itu, polisi melakukan pencarian di sekitar lokasi Alvaro pertama kali dilaporkan hilang. Kemudian pencarian meluas sampai ke daerah Sukabumi, Cianjur, Bandung, bahkan hingga ke Batam. Namun Alvaro tidak ditemukan. Baru belakangan ini, polisi mendapat keterangan dari salah seorang saksi bahwa yang menjemput Alvaro adalah Alex. (*)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
