Dea Permata Karisma berswa foto bersama sang suami. (Dok. @feryriyana)
JawaPos.com - Kasus pembunuhan tragis Dea Permata Karisma, 27, di Purwakarta masih menyita perhatian publik. Di tengah ramainya pemberitaan, sang suami, Fery Riyana, memberikan klarifikasi untuk meluruskan sejumlah informasi yang beredar.
Klarifikasi itu ia bagikan melalui instagram pribadinya @feryriyana, Kamis (14/8). Fery menjelaskan, ancaman yang diterima mendiang istrinya melalui WhatsApp baru terjadi pada 7 Juli 2025. Hal itu membantah informasi beredar bahwa pengancaman telah berlangsing sejak tiga bulan silam.
"Dengan demikian, pemberitaan yang menyebut seolah-olah kasus ini sudah berlangsung selama tiga bulan adalah tidak benar," ujar Fery.
Ia juga menjelaskan perihal dugaan adanya penolakan laporan oleh kepolisian ketika sang istri membuat laporan mengenai pengancaman.
Menurut Fery, tahap awal penanganan dilakukan lewat konsultasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, bukan laporan resmi.
"Tidak pernah ada penolakan dari pihak aparat," jelasnya.
Menurutnya, simpang siur mengenai penolakan pelaporan ini terjadi karena adanya pesalahpahaman di keluarga. Sebab, usai diri melakukan konsultasi ke kepolisian, Fery menceritakannya ke Dea.
Ia mengungkapkan, informasi yang sampai ke keluarga besar sempat berbeda pemahaman. Sebab, usai dirinya melakukan konsultasi, Fery langsung menceritakannya ke sang istri.
"Dan istri menyampaikan kembali kepada keluarga. Dalam proses ini, kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman, sehingga berkembang menjadi informasi seolah-olah sudah ada laporan tertulis resmi, padahal masih dalam tahap konsultasi," katanya.
Fery juga mengklarifikasi kabar rumahnya mendapat intimidasi dengan dilempari cat oleh pelaku teror.
"Kami tegaskan bahwa informasi terkait adanya pelemparan cat ke rumah kami adalah tidak benar. Hingga saat ini, tidak pernah terjadi peristiwa tersebut," katanya.
Terkait luka sayatan pada tubuh Dea, Fery mengaku masih menunggu hasil resmi otopsi dari rumah sakit.
Fery mengaku baru mengetahui berita viral mengenai kematian sang istri sehari setelah peristiwa terjadi. Sebab, ponselnya dipegang pihak kepolisian untuk pemeriksaan.
Pelaku Sudah Tertangkap, Isu Pengintaian Hanya Rekayasa

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
