Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 18.43 WIB

Misri Puspita Sari, Teman Perempuan Kompol Yogi Dibayar Rp 10 Juta untuk Temani Liburan Semalam di Gili Trawangan

Potret Misri Puspita Sari, perempuan yang terseret dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi. (Treads Misripuspita11_/Lombok Post) - Image

Potret Misri Puspita Sari, perempuan yang terseret dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi. (Treads Misripuspita11_/Lombok Post)

JawaPos.com - Liburan singkat di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dijanjikan oleh Kompol I Made Yogi Purusa Utama kepada Misri Puspita Sari, berakhir mengerikan. Polda NTB mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nurhadi, anak buah Yogi, yang juga ikut dalam liburan tersebut. 

Dikutip dari pemberitaan Lombok Post pada Kamis (10/7), Misri bersedia ikut dalam liburan bersama Kompol Yogi, Brigadir Nurhadi, Ipda Haris Chandra, dan seorang perempuan lainnya dengan bayaran Rp 10 juta. Sebelum memutuskan untuk ikut, Misri dihubungi langsung oleh Yogi. Dia kemudian mengiyakan dan dijemput oleh Nurhadi.

Rombongan yang berjumlah 5 orang dengan rincian 3 polisi dan 2 perempuan itu lantas bertolak ke Gili Trawangan. Yogi dan Misri berencana menginap semalam di Villa Tekek yang berada di The Beach House Resort. Mereka tiba pada Rabu, 16 April 2025. 

Namun, liburan singkat itu malah menjadi petaka. Beberapa jam setelah tiba di Gili Trawangan, Brigadir Nurhadi meregang nyawa. Jasadnya ditemukan tewas di dasar kolam renang Villa Tekek. Berdasar pengakuan Misri, dia pertama kali berkenalan dengan Yogi di media sosial. Mereka kemudian bertemu di Jakarta pada 2024 lalu. 

Misri dikenalkan kepada Yogi oleh salah seorang teman dekat perwira Polri tersebut. Setelah itu, komunikasi di antara mereka berlanjut lewat Instagram. Itu pun tidak intens, hanya saling mengenal. April 2025, Yogi tiba-tiba menghubungi Misri melalui DM Instagram. 

Yogi mengajak Misri untuk menemani dirinya liburan ke Lombok dengan bayaran Rp 10 juta. Misri yang saat itu berada di Bali akhirnya menerima tawaran tersebut. Dia berangkat ke Lombok dan melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan setelah dijemput oleh Brigadir Nurhadi.

”Awalnya hanya diajak liburan sebentar, katanya cuma satu malam. Berangkat Rabu, balik Kamis,” ungkap Penasihat Hukum Misri, Yan Mangandar Putra. 

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan, Misri bersama satu perempuan lain berinisial P menenggak beberapa butir riklona yang dibeli oleh Kompol Yogi di Bali melalui Misri. Tidak berhenti sampai di situ, pesta narkoba dan minuman keras pun dimulai sejak mereka tiba di Villa Tekek, The Beach House Resort.

Selain riklona, narkoba yang mereka gunakan adalah ekstasi yang didapat dari Kompol Yogi. Sementara minuman keras yang mereka konsumsi berjenis tequila hanya dikonsumsi Ipda Haris Chandra dan Brigadir Nurhadi. Mereka pesta narkoba dan miras sambil berendam di kolam. 

Dalam kondisi mabuk, Misri mengaku sempat menegur Brigadir Nurhadi karena bersikap tidak pantas pada saksi P. Dia mendekati dan sempat mencium saksi P, teman wanita Ipda Haris Chandra. 

”Jangan begitu, itu cewek abangmu,” ungkap Yan mengutip pernyataan Misri pada BAP.

Setelah itu, sekitar pukul 16.50 WITA, Kompol Yogi dan Ipda Haris meminta Brigadir Nurhadi mencarikan minuman keras. Tidak lama setelahnya, sekitar 30 menit kemudian, Brigadir Nurhadi meminta tambahan inex kepada Kompol Yogi. 

”Sekitar pukul 18.20 WITA bubar dengan Ipda HC (Haris) dan saksi P ke Natya Hotel, sedangkan yang lain tetap di Villa Tekek dengan Kompol Yogi ke tempat tidur, Brigadir Nurhadi tetap dalam kolam dan M ada di sekitaran kolam sambil main HP,” jelas Yan.

Kemudian antara pukul 18.20 – 19.55 WITA, Misri sempat melihat Ipda Haris Chandra dua kali masuk ke Villa Tekek. Pertama, datang sampai masuk ke kolam sambil main HP dan melakukan video call. Kedua, dia datang lagi tetapi hanya sampai emperan dengan gestur celingak-celinguk. Saat itu, Yogi disebut masih tidur.

Sekitar pukul 19.55 WITA, Misri merekam video Brigadir Nurhadi yang saat itu masih tampak santai seorang diri di dalam kolam renang. Misri mengaku hanya iseng karena Brigadir Nurhadi terlihat lucu. Setelah itu, dia masuk kamar mandi. Namun saat keluar dari kamar mandi pukul 20.40 WITA, Misri mendekati kolam dan terkejut melihat tubuh Brigadir Nurhadi sudah ada di dasar kolam. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore