Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, selasa (10/6). (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com-Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbukristek), Nadiem Makarim, dipastikan akan hadir dalam panggilan pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah teragenda, pada Senin (23/5) mendatang. Kepastian kehadiran itu disampaikan tim kuasa hukum Nadiem, Hotman Paris Hutapea.
"Akan hadir," kata Hotman Paris dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (20/6).
Kesiapan terhadap panggilan pemeriksaan itu juga sebelumnya disampaikan Nadiem Makarim, dalam konferensi pers di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/6). Nadiem menyatakan siap untuk memenuhi apabila dipanggil Kejagung. Hal itu sebagai sikap kooperatif agar kasus pengadaan program digitalisasi pendidikan periode 2019-2022 bisa terungkap secara terang.
"Saya siap bekerja sama dan mendukung dengan memberikan keterangan atau memberikan klarifikasi apabila diperlukan," ujar Nadiem saat itu.
Nadiem mengklaim, selama dirinya menjabat sebagai mendikbudristek, setiap kebijakan ditempuh dengan penuh kehati-hatian dan transparansi.
"Selama saya menjadi Mendikbudristek setiap kebijakan dirumuskan dengan asas transparansi, keadilan, dan itikad baik," tutur Nadiem.
Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, pada Senin (23/6) mendatang.
Nadiem bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek yang nilai pengadaaannya mencapai Rp 9,98 triliun. Undangan pemeriksaan telah dikirim, pada Selasa (17/6).
“Penyidik sudah melakukan penjadwalan dan pemanggilan terhadap saudara Nadiem Makarim untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin (23/6),” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (20/6).
Harli mengimbau Nadiem untuk kooperatif hadir dalam panggilan pemeriksaan tersebut. Sebab, keterangannya dianggap penting dalam pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
"Nanti kita berharap supaya yang bersangkutan bisa hadir dan memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan," imbaunya. (*)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
