
Massa aksi tolak UU TNI menyampaikan tuntutannya di depan Gedung Negara Grahadi, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/3/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya menyoroti kasus kekerasan terhadap jurnalis yang kembali terjadi dalam aksi demonstrasi di Surabaya. Ketua AJI Surabaya Andre Yuris, menegaskan bahwa kasus seperti ini terus berulang, terutama saat peliputan aksi massa.
"Kasus kekerasan terhadap jurnalis selalu terjadi berulang kali dalam beberapa momen, misalnya saat demonstrasi. Ini menunjukkan bahwa pelaku merasa ada impunitas, seolah tidak akan dihukum," kata Andre saat dihubungi JawaPos.com.
AJI Surabaya bersama Komite Advokasi Jurnalis Jawa Timur telah melaporkan kasus pemukulan terhadap Rama Indra, wartawan beritajatim.com, ke Polda Jawa Timur hari ini (25/3) pukul 14.00 WIB. Mereka juga telah menunjuk kuasa hukum untuk mendampingi korban dalam proses hukum.
"Kasus ini perlu kita dorong ke proses hukum agar pelaku kekerasan terhadap jurnalis dihukum. Tidak boleh ada impunitas, siapapun pelakunya, termasuk aparat keamanan," tegas Andre.
Namun, untuk kasus intimidasi terhadap Wildan Pratama, wartawan Suara Surabaya, AJI belum berencana mengambil langkah hukum karena tidak ada kekerasan fisik. "Saat ini kita fokus dulu ke kasus Rama," ujar Andre.
AJI Surabaya mencatat bahwa tren kekerasan terhadap jurnalis masih terus terjadi. Meski tidak selalu meningkat, kasus serupa terus berulang. Menurut Andre, kondisi ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap jurnalis di lapangan.
"Sejauh ini kita belum pernah berkomunikasi dengan kepolisian untuk mencegah kejadian seperti ini. Tapi melihat tren yang ada, harus ada tindakan tegas agar tidak terulang," jelasnya.
Andre juga menekankan pentingnya keberanian jurnalis dalam menghadapi intimidasi dan kekerasan. "Kita harus mengapresiasi teman-teman yang berani melapor. Ini bukan soal individu, tapi bisa terjadi pada siapa saja. Jangan merasa kalau bukan aku yang kena, aku tidak peduli. Bisa jadi satu saat kamu yang kena," tegasnya.
AJI Surabaya mengajak seluruh jurnalis untuk bersatu melawan kekerasan dan terus memperjuangkan kebebasan pers. Mereka berharap kasus ini dapat menjadi momentum untuk menegakkan keadilan bagi para pekerja media yang bertugas di lapangan. (*)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
