
Choel Mallarangeng
JawaPos.com - Andi Zulkarnaen Mallarangeng, adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pria yang dikenal dengan sapaan Choel Mallarangeng itu sedianya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor tahun anggaran 2010-2012.
Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Choel tidak memenuhi panggilan penyidik lantaran tengah dalam kondisi sakit. Menurut Harsa, tim pengacara Choel telah datang ke KPK untuk menyampaikan surat keterangan sakit.
"Ya sedianya hari ini penyidik merencanakan memeriksa AZM (Andi Zulkarnaen Mallarangen) sebagai tersangka dalam penyidikan lanjutan kasus Hambalang. Tapi tadi penasihat hukum yang bersangkutan konfirmasi kepada penyidik bahwa AZM sedang sakit sehingga tidak dapat memenuhi panggilan pada hari ini," kata Priharsa saat dikonfirmasi, Kamis (24/11) sore.
Meski demikian, Harsa mengaku belum mendapat informasi soal sakit yang diderita Choel. KPK juga tidak akan meminta second opinion dari dokter lain untuk memeriksa kesehatan Choel.
"Apakah dirawat, atau rawat jalan, atau rawat inap itu saya belum tahu. (Tadi) disertakan juga surat sakit," kata dia.
Karena itu, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Choel pekan depan. Namun, Priharsa masih enggan membeberkan waktu pemanggilan Choel kembali.
"Saya belum dapat informasinya tepatnya hari apa tapi yang pasti (pemeriksaan Choel dijadwalkan ulang) pekan depan," ujar Harsa.
KPK menetapkan Choel sebagai tersangka pada 16 Desember 2015 lalu. Dia diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait pembangunan atau pengadaan atau peningkatan sarana prasarana pusat pendidikan dan sekolah olahraga di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.
Dalam dakwaan Andi Mallarangeng, Choel disebut sebagai perantara pemberian uang 550 ribu dolar AS kepada Andi dari mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Deddy Kusdinar.
Uang itu diberikan secara bertahap sebesar Rp 2 miliar diterima oleh Choel Mallarangeng di kantornya dari PT Global Daya Manunggal, Rp1,5 miliar diterima oleh Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal melalui mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan Rp500 juta diterima Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal melalui Mohammad Fakhruddin.
PT Global Daya Manunggal adalah salah satu perusahaan subkontraktor yang mengerjakan proyek Hambalang sedangkan M Fakhruddin adalah staf khusus Andi Mallarangeng.
Uang itu digunakan untuk keperluan operasional Menpora, pembayaran tunjangan Hari Raya untuk protokoler Menpora, pembantu dan pengawal di rumah dinas menpora dan rumah kediaman Andi serta akomodasi dan pembelian tiket pertandingan sepak bola piala AFF di Senayan dan Malaysia serta pertandingan tim Manchester United untuk rombongan Menpora serta anggota Komisi X DPR. (Put/jpg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
