JawaPos.com-Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf membeberkan peran pelaku Ajat Supriatna (AS), 32, dalam penembakan bos rental mobil IAS, 48, di rest area km 45 Tol Tangerang-Merak.
Ajat telah dibekuk kepolisian saat bersembunyi di salah satu rumah saudaranya di kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Jumat (3/1).
Alfian menjelaskan, Ajat merupakan penyewa mobil Brio di rental mobil milik korban Ilyas Abdurahman (IAS), selama 3 hari sejak 31 Desember 2024 - 2 Januari 2025.
Ajat mengaku disuruh oleh tersangka lainnya untuk mencari mobil rental. Pelaku itu lah yang akan menggadaikan mobil rental itu kepada orang lain.
"Dia kapasitasnya hanya yang disuruh nyari mobil rental, setelah mendapat mobil rental, lalu mobil dikasih IM, dari IM tidak tahu digadaikan ke siapa," jelas Alfian.
Ajat mengaku dijanjikan bayaran sebesar Rp 5 juta setelah menyerahkan mobil rental ke pelaku. Uang itu dijanjikan pelaku diserahkan hari ini. Nahasnya, bukannya uang yang menghampirinya hari ini, melainkan aparat kepolisian yang datang menjemputnya untuk diperiksa lebih lanjut.
"Hari ini dia mau dikasih uang lima juta, hari ini janjinya," terangnya.
Selain Ajat, ada anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang diduga ikut terlibat dalam peristiwa penembakan terhadap bos mobil rental di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak telah diamankan di Pusat Polisi Militer TNI AL.
Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan terjadi di rest area Tol Tangerang-Merak, tepatnya di Km 45 arah Jakarta, Kamis (2/1). Insiden itu mengakibatkan pemilik rental mobil Ilyas Abdurahman (IAS), 48, tewas usai terkena tembakan pada bagian dada dan tangan kiri.
Selain itu, terdapat satu korban lainnya Ramli Abu Bakar (RAB), 60 juga turut terkena tembakan di bawah ketiak kanan. Empat orang pelaku melarikan diri menggunakan mobil jenis SUV setelah berhasil melepaskan 5 kali tembakan.
Anak korban IAS, Agam Muhammad, 26, menceritakan kronologi lengkap terhadap peristiwa yang dialaminya. Peristiwa ini bermula saat salah satu pelaku Ajat Supriatna menyewa mobil Honda Brio selama tiga hari (31 Desember 2024 - 2 Januari 2025).
Namun, pada 1 Januari 2025, pihak rental mendapati dua perangkat GPS mobil telah dipotong di wilayah Pandeglang.
Namun, masih terdapat satu GPS aktif yang belum diputus oleh pelaku. Kemudian, Agam dan tim, termasuk korban IAS segera melacak kendaraan tersebut yang berada di Pandeglang.
"Nah dia dari arah Pandeglang, terus ketemu di pertigaan Saketi, sampai pertigaan Saketi itu kita portal mobil Brio kita," ujar Agam, Kamis (2/1) malam.
Mereka berhasil menghadang mobil Brio di pertigaan Saketi, Pandeglang. Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku mengeluarkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AU sambil mengancam.
"Tiba-tiba orang di dalam mobil mengeluarkan senjata api dan dia bilang "Siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loh" sambil nodong senjata," ungkap Agam.
Tak lama, sebuah mobil Sigra hitam datang dan menabrak kendaraan yang digunakan oleh tim Makmur Jaya Rental. Mobil Brio dan Sigra yang digunakan pelaku pun melarikan diri.
Pihaknya, kata Agam, kembali mengejar pelaku dengan memantau GPS. Kendaraan pelaku sempat berhenti sekitar 20 menit di Pasar Anyer, sekitar 2 kilometer dari Polsek Cinangka terdekat.
Agam dan tim pun meminta pendampingan dari polisi karena mengetahui pelaku bersenjata. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak, bahkan setelah pihak petugas Polsek menghubungi Kapolsek untuk konfirmasi.
"Setelah itu Saya bilang ke Petugas di Polsek "buat apa bertugas, ini untuk mendampingi saya kok enggak mau". Dia (petugas) konfirmasi dulu ke Kapolsek. Hasil dari telepon ke Kapolsek ternyata Polsek pun tidak mau untuk pendampingan," terang Agam.
Melihat mobil curian itu kembali ada pergerakan, Agam dan lainnya kembali membuntuti pelaku hingga ke Balaraja, Tangerang, sambil berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka di Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) Tangerang.
Hingga akhirnya kedua mobil yang digunakan pelaku berhenti di depan Indomaret Rest Area Tol Tangerang-Merak KM 45.
"Di Indomaret kita nunggu Bang Agus, Azri dan Pak Ramli. Kita nunggu kita 3-5 menit, pas ketemu langsung kita hadang tuh mobil," terangnya.
"Bapak saya sama tim menangkap itu orang (yang menggunakan mobil Brio) karena kan di awalnya kan dia itu megang senjata api (senpi). Jadi disekap, dipegang tangannya supaya enggak bisa bergerak, ternyata kawan yang di seberangnya itu yang pakai Sigra ada senpi juga," jelasnya.
Dari situlah mulai terjadi insiden penembakan terjadi hingga mengakibatkan ayah Agam, Ilyas Abdurahman (IAS), 48, terkena tembakan pada bagian dada dan tangan kiri hingga tewas. Serta Ramli Abu Bakar (RAB), 60 juga turut terkena tembakan di bawah ketiak kanan.
Meskipun sempat dibawa ke IGD RSUD Balaraja, nyawa IAS tidak dapat diselamatkan.
"Waktu itu saya Agam kabur cari perlindungan sama beberapa tim. Setelah dia (pelaku) kabur bawa mobil saya lagi, saya kembali lagi ke tempat awal. Ternyata Pak Ramli udah terkena tembakan di bagian tangan sampai tembus ke perut. Saya menolong Pak Ramli, tapi ternyata ada satu korban lagi di Indomaret, ternyata Ayah saya sendiri yang kena tembakan di dadanya dan tangannya," ungkapnya. (*)