
Warga Sukolilo, Pati saat terekam membantai tiga pengusaha rental mobil yang tak bersalah.
JawaPos.com - Sosok bos rental mobil berinisial BH yang tewas dianiaya di Pati, Jawa Tengah, semakin terungkap. Kini anak angkatnya, Rezki Achyana, membeberkan siapa sebenarnya BH.
Rezki bercerita pertama kali mengenal BH pada 2014 silam. Saat itu, dia datang dari Batam ke Jakarta untuk pelatihan tentang terapi perilaku anak berkebutuhan khusus.
Rezki tinggal di rumah BH sekitar 5 bulan. Di sana dia diperlakukan seperti anak sendiri oleh BH dan istrinya. Dia disediakan kamar dengan fasilitas AC, lalu uang jajan sehari-hari, sepeda motor dan sempat merayakan Idul Adha bersama. Seluruh fasilitas ini didapat Rezki gratis, tanpa diminta imbalan apapun oleh BH dan keluarganya.
"Almarhum Om Burhan dan istrinya, Tante Gema, jadi sosok orang tua yang hebat untuk gw. Tiap kali ke Jakarta, gue selalu usahakan untuk ke rumah mereka, terakhir Juli 2023 lalu masih sempat silaturahmi dan nginap juga di rumahnya," kata Rezki seperti dikutip dari akun X miliknya, Rabu (19/6).
Menurut Rizki, anak BH bernama Gehan adalah penyandang disabilitas intelektual. Setelah selesai training, Rizki membawa Gehan ke Batam menjadi siswa SLB Putrakami. Di sana Rizki menjadi guru asramanya.
"Selama Gehan di Batam, Om Burhan dan Tante Gema sering ke Batam. Mereka sering video call juga sama gue untuk tahu kabar Gehan. 2017 Gehan balik lagi ke Jakarta, dan 2022 Gehan meninggal karena masalah kesehatan," imbuh Rizki.
Sebagai orang yang dekat dengan BH, Rizki membantah semua kabar miring tentang ayah angkatnya itu setelah terjadi penganiayaan sadis di Pati.
"Tweet ini dibuat untuk memberitahukan bahwa almarhum Om Burhan, korban dari warga Sukolilo, Pati, adalah seorang ayah dan suami yang sangat baik dan bertanggung jawab untuk keluarganya. Ia adalah pengusaha yang jujur, rendah hati, dan tidak pernah menyembunyikan anaknya yang disabilitas," pungkas Rizki.
Sebelumnya, pemilik rental mobil berinisial BH, 52, tewas setelah dihajar massa lantaran dikira maling alias pencuri mobil. Potongan video dari kejadian tersebut kemudian tersebar di media sosial dan grup WhatsApp, hingga menjadi viral.
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin mengatakan, kejadian itu bermula saat empat orang pemilik rental mobil, yakni BH, 52, warga Jakarta; SH, 38, warga Jakarta; KB, 50, warga Tegal; dan S, 30, warga Jakarta Timur pergi ke Pati.
Mereka ke Pati dengan maksud untuk mengambil mobil rental milik BH yang disewa seseorang. Mereka mendeteksi mobil rental itu berada di wilayah Sukolilo, Pati.
"Para korban berangkat dari Jakarta ke Pati karena diajak korban BH untuk mengambil rentalan. Menurut mereka, posisi GPS berada di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo," kata Alfan, Jumat (7/6).
Benar saja, sampai di lokasi tersebut mereka menemukan mobil rental yeng tengah dicari. Mereka pun bermaksud membawa pulang mobil itu dengan menggunakan kunci cadangan yang dibawa.
Namun, saat pemilik rental mobil itu tengah berusaha membawa mobilnya, ada warga yang melihat dan menduga mereka adalah komplotan pencuri. Warga pun langsung berteriak "maling" dengan menunjuk empat orang tersebut. Nahas, pemilik rental mobil itu malah dikeroyok hingga babak belur.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
