
ROBOH. Relindo Kalbar melihat kondisi bangunan masjid yang roboh akibat gempa bumi di Lombok Utara, NTB, beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Wajah Agus Harianto, anggota Relawan Indonesia (Relindo) Kalbar, terlihat semringah. Walau masih terlihat sedikit gurat lelah saat menerima kedatangan Rakyat Kalbar di markas Relindo Kalbar di Kafe Secangkir Cafein di Jalan Danau Sentarum, Senin (26/8).
Setelah bicara basa-basi layaknya teman, pria yang bekerja sebagai fotografer ini pun membuka kisahnya selama membantu korban bencana gempa bumi di Lombok beberapa hari lalu.
Awal mereka datang di Lombok saja sudah disambut dua kali gempa. Walau gempanya kecil. Mereka ditempatkan di Lombok Utara.
"Hari itu juga kami membangun tenda," kata Rian, sapaan akrab Agus Harianto dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (28/8).
Anggota Relindo Kalbar yang membawa misi kemanusian ke Lombok sebanyak lima orang. Mereka berangkat 14 Agustus. Kembali lagi di Kota Pontianak pada 23 Agustus kemarin.
Kegiatan Relindo selama sepuluh hari di Lombok berkisar pada membuat dapur umum. Mereka juga melakukan penyembuhan trauma korban bencana. "Terutama anak-anak," jelasnya.
Keadaan di Lombok saat itu sangat miris. Untuk berbelanja saja harus ke Mataram. Di Lombok Utara sudah tidak ada yang bisa dibeli untuk dimakan. Bahkan tenda saja didapat dari bantuan relawan Kalimantan Tengah.
"Untuk penyembuhan trauma, kami mengajak anak-anak untuk bermain. Alhamdulillah mereka cukup senang," jelas Rian.
Pengalaman menarik saat menuju Dusun Batu Jimbul Desa Teniga, Lombok Utara. Timnya harus melewati medan terjal dan mesti berjalan kaki setelah diantar menggunakan mobil.
Sepanjang perjalanan, warga memelas minta bantuan. Terutama air. Sayangnya bantuan yang ada tidak cukup untuk membantu mereka. "Sesampainya di Batu Jimbul, kami disambut Ketua Dusun dan mendirikan masjid darurat," ujarnya.
Di Dusun itu Rian mengalami sebuah kejadian lucu. Bermula dari anggota Relindo yang kelelahan. Mereka minta izin kepada warga untuk memetik kelapa.
Setelah diizinkan, mereka mulai mengonsumsi kelapa yang telah dipetik. Setelah itu, ada anggota relawan mengalami pusing sehingga terpaksa minum obat Paramex.
"Teman kami dari Relindo Kalbar, Suhadi, pun mengalami hal serupa hingga akhirnya dia istirahat di dalam mobil," kenangnya sambil tersenyum.
Walhasil, kejadian ini menyulut tawa anggota Relindo di base camp saat tim pulang kembali. Suhadi ternyata mabuk air kelapa. Bahan lelucon itu setidaknya bisa mengendurkan otot yang tegang setelah bertugas.
Namun, pengalaman Rian dan rekan-rekan paling membekas pada 19 Agustus. Sekitar pukul 11.00 waktu setempat terjadi gempa berkekuatan 5 skala richter (SR). Warga pun panik. Bahkan gempa itu mulai mendekati Gunung Rinjani.
Tak sampai di situ, sekitar pukul 19.00, gempa 7 SR mengguncang Lombok Timur. Getarannya sampai di Lombok Utara tempat mereka berada. Warga semakin panik. Ada anak yang lupa menyelamatkan kedua orang tuanya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
