Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 13.59 WIB

Dibangun Waterfront, Pinggir Kapuas Jadi Jantung Pontianak

Pembangunan waterfront di pinggiran Kapuas Kelurahan Tambelan Sampit, Pontianak Timur mulai ramai dikunjungi warga sambil menikmati pemandangan sungai dan menjadi lokasi selfie, Kamis (30/11). - Image

Pembangunan waterfront di pinggiran Kapuas Kelurahan Tambelan Sampit, Pontianak Timur mulai ramai dikunjungi warga sambil menikmati pemandangan sungai dan menjadi lokasi selfie, Kamis (30/11).

JawaPos.com - Kota Pontianak menjadi salah satu dari lima kota yang masuk dalam prioritas pembangunan dan penataan pemukiman di sepanjang pinggiran sungai. Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai Nawa Cita Presiden Jokowi yang ingin mewujudkan sistem perkotaan nasional untuk mengurangi kesenjangan antara kota-kota di Jawa dengan di luar Jawa.


Misalnya, pembangunan waterfront city di Pontianak sebagai upaya merevitalisasi kawasan untuk menumbuhkembangkan kegiatan perekonomian. Sehingga ke depan bisa segera terwujud menjadi aset pendapatan bagi daerah. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian pemerintah pusat untuk ditata pinggiran Sungai Kapuas adalah Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur.


Sejak tahun 2016 lalu, kawasan tersebut dibangun dalam dua tahapan. Saat ini, pengerjaan waterfront city hampir rampung. "Tahun ini selesai," kata Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kamis (30/11).


Menurut Edi, pembangunan waterfront tersebut awalnya di pinggiran sungai Kapuas dan Landak. Selama ini, justru ada kesan sungai Kapuas dianggap “di belakang”. Padahal itulah jantungnya Kota Pontianak.  "Karena aktivitas sungai ini sangat penting selain transportasi, perekonomian dan ada peradaban di situ," ujarnya.


Oleh karenanya, Pemerintah Kota Pontianak ingin mengembalikan pinggir sungai sebagai jantungnya Kota Pontianak. Melalui proyek waterfront, akan ditata infrastrukturnya. Baik itu turap, jalan lingkungan, maupun pemukimannya.


"Nantinya di situ ada kriteria atau ada point-point tertentu, seperti Alun Kapuas, Mesjid Jami, Pelabuhan Senghie, Tugu, Siantan juga, itu adalah point-point central. Akan dibuat lagi beberapa titik yang akan dihubungkan dengan jalan paralel itu," terang Edi kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).


Nantinya, akan ada ciri khas di kawasan-kawasan pelabuhan, pusat perdagangan, pemukiman dan pertokoan. Masyarakat bisa jalan kaki atau menggunakan jalur air sambil menikmati keindahan serta suasana sungai Kapuas.
"Ini yang kita harapkan," jelasnya.


Penataan di pinggiran sungai tersebut pastinya akan berdampak pada sektor pariwisata. Efek dominonya akan mendongkrak sektor ekonomi kreatif, pertumbuhan perekonomian dan semakin lebih baiknya peradaban. Pastinya juga akan memunculkan semangat dan produktivitas warga. “Sehingga bisa mensejahterakan rakyat,” yakin Edi.


Kendati pengerjaannya belum rampung, waterfront Tambelan Sampit mulai ramai dikunjungi warga. Setiap harinya saat sore, dimanfaatkan warga untuk menikmati keindahan sungai dan cantiknya pembangunan waterfront.


Sementara itu, Supervisi Konsultan Pengawas Pembangunan Waterfront Tambelan Sampit, Midji mengungkapkan, pada saat ini para pekerja sedang melakukan finishing seperti batu alam, koral dan pengecetan pagar. "Lampu sudah 100 persen. Pendopo dan tangga mandi juga sudah rampung, tangga mandi ada empat unit,” jelasnya.


Di lokasi tersebut ada dibangun dua titik gazebo. Satunya sudah rampung, sedangkan sisa tinggal pengerjaan dek. Dalam minggu ini akan selesai. “Dan tidak akan melewati kontrak yang jatuh pada Desember 2017," jelas Midji.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore