
Massa yang tergabung dari banyak aliansi berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Situasi di depan Gedung DPR/MPR RI kembali memanas pada Kamis (27/8) sore setelah gelombang massa mahasiswa datang menggantikan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang telah membubarkan diri sejak pukul 12.30 WIB.
Kelompok massa mahasiswa ini nekat mencoba merusak pagar besi gerbang utama hingga membakar ban. Arus lalu lintas dari arah Gatot Subroto menuju Slipi pun masih ditutup total dan dialihkan ke arah Gerbang Pemuda.
Konsentrasi massa terpantau terpecah di beberapa titik di sekitar gerbang utama. Berbeda dari gelombang aksi sebelumnya, kelompok mahasiswa kali ini menyampaikan penolakan dan orasi tanpa mengandalkan mobil komando.
Sejumlah dinding di area Gedung DPR/MPR pun dipenuhi coretan bernada sindiran terhadap pemerintah, berdampingan dengan bentangan spanduk tuntutan.
Baca Juga:Inovasi Tak Lagi Terpusat di Kota Besar, Komdigi Hubungkan Lewat Garuda Spark Innovation Hub
Ketegangan memuncak saat sekelompok massa mematahkan besi pagar utama untuk membuka akses masuk, disusul pembakaran ban yang membubungkan asap hitam pekat.
Meski suasana memanas, sebagian kelompok mahasiswa lainnya tetap memilih bertahan sembari menyuarakan aspirasi lewat nyanyian bersama hingga sore hari.
Eskalasi aksi ini terjadi pasca penandatanganan surat komitmen resmi oleh pimpinan DPR RI terkait penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Jajaran dewan bahkan menyatakan kesiapan melepas jabatan jika regulasi ini tak kunjung disahkan tepat waktu.
Dokumen kesepakatan tersebut dibacakan langsung oleh Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, di hadapan peserta aksi sebelum kelompok massa daerah tersebut membubarkan diri. Penandatanganan ini melibatkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa, serta Ketua Komisi III Habiburokhman.
"Pimpinan DPR RI menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan ataupun anggota DPR RI apabila sampai dengan tanggal 15 Desember 2026 RUU tersebut tidak disahkan dalam Paripurna DPR RI," ujar Botok saat membacakan isi komitmen tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
