Pelaku Curanmor di Surabaya mengaku lebih mudah menggasak sepeda motor di area parkir kos-kosan. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi persoalan serius yang dihadapi warga Surabaya. Fakta baru terungkap bahwa kos-kosan menjadi tempat rawan yang sering diincar para pelaku.
Hal ini diungkap oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dalam konferensi pers ungkap kasus curanmor selama dua bulan terakhir, yakni Oktober - November 2025 di Mapolrestabes, Selasa malam (2/12).
"Kami berhasil mengungkap 43 kasus curanmor dan mengamankan 42 pelaku, 8 orang di antaranya residivis. Dari beberapa tersangka yang kita tangkap ini, kejadian paling banyak ternyata di parkiran kos-kosan," tuturnya.
Bukan tanpa alasan, dari hasil interogasi Polrestabes Surabaya, para pelaku mengaku lebih leluasa menggasak motor di area parkir kos-kosan, karena mereka bisa menyamar sebagai penghuni kos.
"Yang kedua, di kos-kosan relatif lebih mudah, karena posisi parkirnya sebagian besar tidak ada di dalam pagar. Dan kalau pun di dalam pagar, ternyata pagar tidak dikunci, itu yang kemudian menjadi alasan para tersangka menyasar ke kos-kosan," imbuh Luthfie.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkap fakta lain bahwa para pelaku curanmor cenderung menghindari sepeda motor yang dikunci ganda. Alasannya karena kunci ganda lebih sulit dibobol dan butuh waktu lama.
"Hasil interogasi, mereka akui kunci ganda itu menjadi salah satu penghalang, meskipun tidak mutlak ya. Mereka akan memilih yang tidak ada kunci ganda karena pertimbangan kecepatan, jadi tidak perlu dua kali langkah," terangnya.
Oleh karena itu, masyarakat, terutama pemilik kos-kosan diimbau untuk memperhatikan masalah keamanan lingkungan sekitar, dengan cara memasang kamera CCTV dan selalu mengunci pagar kos.
"Karena dari beberapa pengalaman kami, CCTV yang dipasang oleh warga itu sangat membantu dalam mengungkap curanmor, tetapi jangan terlalu tinggi, karena nanti ketika zoom itu jauh dan pecah," pungkas Luthfie.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
