
Pengguna sepeda motor melintasi jalur yang di lewati truk yang menyebabkan kemacetan di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jalan khusus tambang selalu menjadi wacana di kalangan pemimpin daerah wilayah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.
Wacana ini sejatinya muncul sudah sejak lama sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kesehatan hingga kecelakaan yang melenyapkan banyak nyawa tak berdosa di jalan utama Parung Panjang dan sekitarnya.
Wacana jalur khusus tambang menguat menjadi wacana setelah muncul konflik cukup konflik serius di Parung Panjang pada 2014 silam di kalangan warga dan truk tambang.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada waktu itu mengatakan, jalan khusus tambang akan menjadi solusi untuk mengatasi masalah selama puluhan tahun. Saat periode kepemimpinan berakhir, belum ada langkah nyata untuk mewujudkannya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor malah saling lempar tanggung jawab.
Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat juga mewacanakan pembangunan jalur khusus tambang supaya pertambangan tidak lagi menjadi masalah sosial bagi warga Parung Panjang dan sekitarnya mengakibatkan adanya kecelakaan, debu, dan kerusakan jalan akibat lalu lintas kendaraan besar.
Ridwan Kamil pada saat itu bahkan menargetkan tol tambang dapat beroperasi pada Juni 2024. Sayangnya sampai RK lengser jadi kursi Gubernur Jawa Barat, tol tambang atau jalan khusus tambang hanya sebatas wacana. Nyatanya sampai tahun 2025 ini, tol tambang hanya menjadi komoditas politik namun tak pernah direalisasikan.
Pada pemerintahan yang baru di bawah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor Rudi Susmanto, pembangunan jalan khusus tambang kembali diwacanakan untuk dibangun.
Kabarnya, tol tambang akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026 dan ditargetkan dapat beroperasi mulai 2027. Banyak tokoh hingga masyarakat umum dari Parung Panjang dan sekitarnya mencermati janji untuk membangun truk jalan khusus tambang.
Apalagi, jumlah penduduk di Parung Panjang dan sekitarnya saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan seiring banyaknya perumahan yang dikembangkan banyak pengembang. Jika jalan khusus tambang tak benar-benar diwujudkan, potensi ketegangan bisa meningkat dan meledak kapan saja.
Ule Sulaeman, salah satu tokoh masyarakat di Parung Panjang menegaskan bahwa dirinya akan mengawal betul sekaligus memberikan kepercayaan pada Bupati Bogor dan Provinsi Jawa Barat untuk bekerja memenuhi janjinya.
"Bupati sudah deal jalan tambang, pasti dibangun awal tahun 2026. Saya akan pegang janji Bupati saja," kata Ule Sulaeman kepada JawaPos.com, Rabu (24/9).
Jika sampai janji yang sempat dilontarkan Bupati Bogor ternyata tak ditepati, Ule Sulaeman mengaku akan turun langsung untuk melakukan protes pada Rudi Susmanto.
"Kecuali nanti janji Bupati meleset, saya akan komplen ke Bupatinya langsung," katanya dengan nada serius.
Hal senada juga diungkapkan Ardian, salah satu warga. Menurutnya, jalan satu-satunya untuk mengatasi permasalahan adalah dengan membangun jalan khusus tambang.
"Masalah akan teratasi ketika jalur khusus tambang dibangun. Saya sangat yakin itu," katanya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
