Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 18.12 WIB

6 Fakta Penemuan 7 Jenazah di Kali Bekasi, Dari Diduga Korban Tawuran hingga Tak Ada Luka

Tim SAR Gabungan mengevakuasi tujuh jenazah dari Kali Bekasi pada Minggu (22/9). (Basarnas) - Image

Tim SAR Gabungan mengevakuasi tujuh jenazah dari Kali Bekasi pada Minggu (22/9). (Basarnas)

JawaPos.com - Penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, Jati Asih menggegerkan warga, Minggu (22/9). Bukan tanpa sebab, para korban ini mengambang begitu saja di air dengan jumlah yang cukup banyak.

Setelah dilakukan penyelidikan awal, beberapa fakta sudah didapati pihak kepolisian. Sejauh ini dapat dipastikan 7 jenazah ini bukan korban pembunuhan.
 
Berikut 6 fakta kasus penemuan 7 mayat di Bekasi:
 
1. Diduga korban tawuran
 
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani mengatakan, penemuan itu berawal saat petugas mendapatkan laporan dari warga yang melihat sejumlah jasad di kali tersebut. Dari keterangan saksi, para korban yang diketahui masih berusia remaja itu merupakan korban tawuran.
 
 
”Itu dari salah satu keterangan saksi, harus kita konfirmasi lagi, seperti apa nanti,” kata Dani Hamdani 
 
2. Loncat ke sungai karena takut polisi
 
Divisi Propam Mabes Polri turun tangan menangani kasus tujuh mayat yang ditemukan di Kali Bekasi, Minggu (22/9) pagi. Hal itu sehubungan dengan adanya dugaan kematian akibat teguran keras dari pihak kepolisian terhadap para korban yang melakukan tawuran. 
 
"Menurut informasi sekilas adalah bahwa ini adalah salah satu yang menjadi kemarin malam itu yang sudah bisa diambil keterangan memang mereka menyeburkan diri ke sungai karena adanya ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto kepada wartawan, Minggu (22/9).
 
Untuk mendalami terkait teguran yang dilakukan kepada terduga para korban itulah, kata Karyoto, divisi Propam Mabes Polri diturunkan. "Menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh propam," ucapnya.
 
3. Tidak ada luka-luka 
 
Polisi mengatakan bahwa tujuh mayat yang ditemukan di Kali Bekasi, Jati Asih, tak terlihat ada tanda-tanda luka akibat kekerasan. Diketahui bahwa para korban diduga tewas karena kabur usai kedapatan tawuran.
 
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani.
 
Dani juga mengatakan bahwa tujuh mayat di Kali Bekasi itu merupakan laki-laki. "Berjenis kelamin laki-laki semuanya," ucapnya.
 
4. Tiga orang jadi tersangka 
 
 
Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan 22 orang terkait kasus penemuan 7 jenazah di sungai. Dari jumlah tersebut, 3 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjat tajam.
 
"22 ya (orang yang diamankan). Motornya ada 30," kata Kapolsek Rawa Lumbu, Kompol Sukadi.
 
Meski begitu, sejauh ini senjata tajam ini bukan digunakan untuk membunuh 7 jenazah. Melainkan diduga akan digunakan oleh kelompok tersebut untuk tawuran.
 
Sukadi mengatakan, saat ini kasus sudah dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Seluruh barang bukti motor maupun senjata tajam juga telah dilimpahkan.
 
"Yang tiga itu (celurit) dibawa oleh tiga orang tersangka itu tadi, yang tiga (celurit) lagi tidak ada yang mengakui. Celurit panjang itu, yang ujungnya lancip," jelasnya.
 
5. Berdalih perayaan ulang tahun
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto meragukan keterangan saksi yang menyebut para remaja berkumpul di warung kelontong dekat lokasi penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi hendak merayakan ulang tahun. Terlebih para remaja ini berkumpul sampai Pukul 03.00 WIB.
 
"Tadi informasinya katanya ulang tahun, ulang tahun mana kuenya? Mana tempatnya? Kan tidak mungkin ulang tahun di sini," kata Karyoto.
 
 
Sejauh ini para remaja ini diduga kuat hendak tawuran. Namun, karena didatangi polisi mereka kocar kacir hingga sebagian terjun ke sungai. 
 
Dugaan ini juga diperkuat adanya beberapa senjata tajam yang diduga akan dipakai tawuran. "Yang lebih memperlihatkan kan dia ada beberapa sajam yang ditangkap," jelas Karyoto.
 
6. Tidak ada identitas 
 
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Dani Hamdani menyebut, dari 7 jenazah yang ditemukan tewas mengambang di Kali Bekasi tidak satu pun membawa identitas diri. Sehingga, seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi.
 
"Identitas tidak ada yang ditemukan, itu yang akan kami cek melalui database yang ada untuk idnetitas korban tersebut," kata Dani.
 
Jenazah akan diidentifikasi menggunakan ilmu medis. Selain itu, akan dicocokan pula dengan keterangan saksi-saksi yang dianggap mengetahui identitas korban.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore