Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2024 | 07.01 WIB

Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Gelar Pengabdian Masyarakat Ikut Atasi Stunting di Srengseng Sawah

Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Pancasila di RPTRA Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. (Istimewa) - Image

Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Pancasila di RPTRA Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com–Masih adanya kasus tengkes atau stunting di sejumlah wilayah di Indonesia membuat Universitas Pancasila lewat Fakultas Farmasi menggelar pengabdian masyarakat. Kegiatan kali ini digelar di Kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Wakil Dekan II Universitas Farmasi Dr. apt. Greesty Finotory Swandiny, M.Farm. menyebutkan, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan dosen dan mahasiswa. Kegiatan itu menjadi salah satu dari tiga pilar utama perguruan tinggi, selain pendidikan dan pengajaran, serta penelitian dan pengembangan.

”Kerja sama dan kolaborasi merupakan kunci, melibatkan berbagai pihak termasuk akademisi dan instansi lain. Terutama, kerja sama dengan Kelurahan Srengseng Sawah untuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat,” papar Greesty Finotory Swandiny.

Kegiatan itu, kata dia, juga memiliki implementasi konkret kerja sama dengan Balai Besar POM Jakarta dalam kegiatan rumah sehat dan peningkatan status gizi di lingkungan tertentu. Selain itu, juga terjalin kerja sama dengan lembaga dari luar negeri seperti International Islamic University Malaysia yang diwakili Prof. Dr. Muhammad Tahir.

”Diharapkan kegiatan pengabdian ini tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga terintegrasi dengan kegiatan penelitian dan pengembangan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting di daerah sekitar,” jelas Greesty Finotory Swandiny.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jakarta Selatan Dr. apt. Novi Yantih, M.Si mengatakan, peran semua pihak  menjadi hal penting untuk mengatasi stunting.

”Keterlibatan saya selaku Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia di daerah wilayah Jakarta Selatan, itu ikut berkontribusi berupaya mengurangi stunting yang cukup besar terjadi di wilayah Srengseng Sawah, Jakarta ini gitu ya, berdasar data dinas kesehatan seperti itu,” sebut Novi Yantih.

Ketua Panitia kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi dra. Umi Marwati, M.Si. menyebutkan, stunting merupakan program pemerintah yang secara fakta di lapangan, beberapa wilayah mengalami kenaikan kasus. Salah satu wilayah yang terjadi fenomena tersebut adalah Kelurahan Srengseng Sawah. Pada wilayah Srengseng Sawah terjadi penambahan dari 30 kasus pada 2023 menjadi 49 kasus hingga medio 2024.

”Nah ini faktor penyebabnya apa? Berbagai kegiatan atau berbagai program yang dilakukan pemerintah pasti sudah ada, namun real adalah di lapangan menjadi naik. Salah satunya yang menjadi utama itu adalah pengetahuan, kalau saya melihat ya, pengetahuan dari orang tua yang stunting. Jadi stunting itu bukan milik daripada mereka yang kurang gizi atau kurang punya biaya untuk makan,” jelas Umi Marwati.

Setiap wilayah kata dia, memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganan stunting. Kegiatan itu juga diharapkan mampu mencari tahu, bagaimana pendekatan yang tepat untuk mengatasi stunting.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore