Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Maret 2024 | 22.59 WIB

Korban Keganasan Truk Tambang di Parung Panjang, Kaki Saya Terlindas Kini Pakai Kaki Palsu

Pegendara sepeda motor melewati jalan  yang terhimpit di antara dua badan truk yang antre melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tamb - Image

Pegendara sepeda motor melewati jalan yang terhimpit di antara dua badan truk yang antre melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tamb

JawaPos.com - Mendengar kabar truk terbalik sudah biasa bagi warga di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Truk oleng hingga menimpa pagar rumah orang sudah berkali-kali. Apalagi truk menabrak pengendara sepeda motor sudah tidak terhitung lagi. Korbannya mulai dari meninggal dunia hingga cacat seumur hidup.

Contoh korban yang cacat seumur hidup itu Lutfi Nurhanifah. Perempuan yang tahun ini berusia 22 tahun itu mengenang kejadian tragis yang menimpanya pada 2019. Kala itu saat pulang sekolah dari SMA 1 Parung Panjang. "Kaki saya terlindas truk saat pulang sekolah. Waktu itu truk siang-siang sudah melintas dengan muatannya," kenang Lutfi saat ditemui JawaPos.com di Kantor Kecamatan Parung Panjang pada Jumat (15/3).

Akibat kejadian itu kakinya harus diamputasi dan kini dia berjalan dengan kaki palsu. "Ketika itu saat peluang sekolah saat naik sepeda motor. Jalan rusak parah. Truk tambang dengan muatannya melintas. Jalan sudah hancur. Saya jatuh dan sekita ditabrak truk," ungkap Lutfi mengenang lagi kejadian itu.

Beruntung Lutfi masih mendapat umur panjang. Hidup dengan satu kaki palsu, dia tetap berusaha hidup normal dan bahkan kini telah duduk di bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) kawasan Depok. Perempuan muda yang rumah orang tuanya tinggal di Kampung Ciparay, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parung Panjang itu berharap persoalan jalan raya Parung Panjang dapat dengan cepat dituntaskan, agar tidak ada lagi korban seperti dirinya. Meski begitu Lutfi merasa sedih ketika mendapat kabar masih ada saja warga-warga yang menjadi korban kecelakaan atas ugal-ugalannya sopir truk tambang.

Antrean kendaraan pribadi dan truk-truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bo



Lutfi hadir ketika Komisi V DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Parung Panjang pada Jumat (15/3). Dia menceritakan kejadian yang dialaminya di hadapan Wakil Ketua V DPR Muhammad Iqbal, anggota Komisi V DPR Mulyadi, dan Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu.

Forum kunker itu juga menghadirkan warga lainnya yang selama ini vokal menyuarakan penderitaan Parung Panjang yang kerap menjadi korban. Tb. Ule Sulaeman bersama Forum Parungpanjang Bersatu tidak pernah berhenti berjuang menyuarakan masalah semrawutnya Parung Panjang.

"Kami sudah bersuara ke mana-mana. Ke DPR, DPRD, maupun bupati. Hasilnya sampai sekarang tidak ada," ujar Ule yang juga Ketua Parungpanjang Bersatu.

Dia mendesak pembangunan jalan khusus tambang benar-benar teralisasi. Sebab, sudah tidak tahan lagi melihat ada truk menyuruk pagar rumah orang karena rem bolong, truk menabrak pengendara sepeda motor. Muatan truk tambang jatuh ke jalan dan menimpa pengendara lainnya. "Kalau debu atau polusi dari muatan truk itu sudah pasti ISPA. Sangat sesak napas warga," ungkap Ule.

Dia menyayangkan lambannya gerakan pemerintah menyikapi aspirasi masyarakat Parung Panjang soal jalan rusak. "Kapan masalah Parung Panjang ini selesai? Sekarang warga demo protes, besok sopir truk protes. Mereka berhenti di sepanjang jalan. Akibatnya macet. Semua pihak jadi dirugikan," bebernya.

Sebagaimana diketahui, saat ini jam operasional truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang mulai dari pukul 22.00 hingga 05.00. Kenyataannya, truk itu sudah melintas dari pagi. Melintasnya truk itu membuat jalan jadi macet. Apalagi setiap pagi warga berupaya berangkat kerja dan anak-anak ke sekolah untuk mengakases ke Tangerang atau Stasiun Kereta Parung Panjang. Saking macetnya, untuk menuju stasiun saja warga harus berjuang berjam-jam.

Dua malam lalu para transporter truk tambang melakukan aksi. Mereka memarkirkan kendaaraan di sepanjang jalan Parung Panjang. Dampaknya lalu lintas macet berkilometer sampai ke Kabupaten Tangerang. Hampir tidak ada ruas jalan yang dapat dilewati. Truk itu parkir di badan jalan dengan dua arah.

Saking macetnya, ambulans pun tidak bisa lewat. Akibatnya warga yang sakit terpaksa dibawa dengan sepeda motor yang penuh memprihatinkan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore