
Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Pancasila di RPTRA Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com–Masih adanya kasus tengkes atau stunting di sejumlah wilayah di Indonesia membuat Universitas Pancasila lewat Fakultas Farmasi menggelar pengabdian masyarakat. Kegiatan kali ini digelar di Kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Wakil Dekan II Universitas Farmasi Dr. apt. Greesty Finotory Swandiny, M.Farm. menyebutkan, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan dosen dan mahasiswa. Kegiatan itu menjadi salah satu dari tiga pilar utama perguruan tinggi, selain pendidikan dan pengajaran, serta penelitian dan pengembangan.
”Kerja sama dan kolaborasi merupakan kunci, melibatkan berbagai pihak termasuk akademisi dan instansi lain. Terutama, kerja sama dengan Kelurahan Srengseng Sawah untuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat,” papar Greesty Finotory Swandiny.
Kegiatan itu, kata dia, juga memiliki implementasi konkret kerja sama dengan Balai Besar POM Jakarta dalam kegiatan rumah sehat dan peningkatan status gizi di lingkungan tertentu. Selain itu, juga terjalin kerja sama dengan lembaga dari luar negeri seperti International Islamic University Malaysia yang diwakili Prof. Dr. Muhammad Tahir.
”Diharapkan kegiatan pengabdian ini tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga terintegrasi dengan kegiatan penelitian dan pengembangan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting di daerah sekitar,” jelas Greesty Finotory Swandiny.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jakarta Selatan Dr. apt. Novi Yantih, M.Si mengatakan, peran semua pihak menjadi hal penting untuk mengatasi stunting.
”Keterlibatan saya selaku Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia di daerah wilayah Jakarta Selatan, itu ikut berkontribusi berupaya mengurangi stunting yang cukup besar terjadi di wilayah Srengseng Sawah, Jakarta ini gitu ya, berdasar data dinas kesehatan seperti itu,” sebut Novi Yantih.
Ketua Panitia kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi dra. Umi Marwati, M.Si. menyebutkan, stunting merupakan program pemerintah yang secara fakta di lapangan, beberapa wilayah mengalami kenaikan kasus. Salah satu wilayah yang terjadi fenomena tersebut adalah Kelurahan Srengseng Sawah. Pada wilayah Srengseng Sawah terjadi penambahan dari 30 kasus pada 2023 menjadi 49 kasus hingga medio 2024.
”Nah ini faktor penyebabnya apa? Berbagai kegiatan atau berbagai program yang dilakukan pemerintah pasti sudah ada, namun real adalah di lapangan menjadi naik. Salah satunya yang menjadi utama itu adalah pengetahuan, kalau saya melihat ya, pengetahuan dari orang tua yang stunting. Jadi stunting itu bukan milik daripada mereka yang kurang gizi atau kurang punya biaya untuk makan,” jelas Umi Marwati.
Setiap wilayah kata dia, memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganan stunting. Kegiatan itu juga diharapkan mampu mencari tahu, bagaimana pendekatan yang tepat untuk mengatasi stunting.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
