Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juli 2023 | 02.25 WIB

Usai Ramai Penolakan, Lurah Meruya Selatan Sebut Tak Ada Rencana Penutupan Jalan Haji Gudig

Jalan Haji Gudig, RT 03 RW 06, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, yang hendak ditutup PT Anwa pada Agustus mendatang (Royyan/JawaPos.com) - Image

Jalan Haji Gudig, RT 03 RW 06, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, yang hendak ditutup PT Anwa pada Agustus mendatang (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Usai ramai diberitakan soal rencana penutupan Jalan Haji Gudig, Lurah Meruya Selatan M Ghuhfri Fatani mengatakan bahwa hal itu hanya miskomunikasi belaka. Ia menegaskan tak ada rencana penutupan Jalan Haji Gudig oleh PT Anwa Residence.

"Saat kami tanya (ke PT Anwa) 'Kami belum membuat wacana tersebut, belum ada pemikiran, belum mengucap juga'. Kenapa udah rame gak ngerti dari mana warga dengernya," ujar Ghuhfri saat dihubungi wartawan, Minggu (23/7).

Menurut penuturan Samid, Ketua RT 03 Samid, wacana penutupan Jalan Haji Gudig RT 03 RW 06, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, itu ia dapatkan dari orang yang mengaku perwakilan dari PT Anwa Residence. Penutupan rencananya disebut akan dilakukan pada Agustus mendatang.

Namun, Ghuhfri tetap bersikukuh bahwa rencana penutupan jalan tersebut tak pernah diungkapkan pihak PT Anwa Residence. Ia mengaku sudah mengeceknya melalui Sekretaris Lurah.

"Tadi udah di tindak lanjuti oleh kapolsek dan pak sekkel saya ke lokasi, ternyata gak ada soal penutupan, enggak ada informasi," tegasnya.

Oleh karena itu, ia juga mengaku telah meminta agar warga RT 03 RW 06 mencabut spanduk-spanduk penolakan penutupan Jalan Haji Gudig tersebut.

"Tadi sudah minta rurunkan spanduknya," pungkas Ghuhfri.

Sebelumnya, Warga RT 03 RW 06 Meruya Selatan melakukan aksi penolakan penutupan jalan dengan menempel spanduk-spanduk di Jalan Haji Gudig, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Rencana penutupan Jalan Haji Gudig itu tetiba direncanakan PT Anwa sebagai salah satu developer yang tengah membangun perumahan di kawasan tersebut. Padahal, jalan tersebut bukan milik perusahaan itu.

"Alasannya menganggu buat dia, karena aksesnya kurang bagus mungkin banyak mobil lewat situ turunan," kata Ketua RT 03 Samid saat ditemui JawaPos.com di rumahnya, Kamis (20/7).

Memang, ia mengakui bahwa jalan keluar Jalan Haji Gudig itu mempunyai turunan yang cukup curam. Namun begitu, penutupan akses jalan itu tetap ditolak warga lantaran akan membuat susah warga yang melintas.

Rencana penutupan jalan itu sendiri disampaikan perwakilan dari PT Anwa langsung kepada Samid. Mereka mengatakan hendak menutup jalan tersebut Agustus mendatang.

"Saya sebagai RT musyawarah dengan warga saya, akhirnya keputusan warga menolak Jalan Haji Gudig itu ditutup," ucapnya.

"Lalu warga kami aksi pasang spanduk di turunan atau tanjakan Haji Gudig itu," imbuh Samid.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore