
Ilustrasi sholat tarawih. (Photo by Mohammed Alim/Pexels)
JawaPos.com - Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan.
Namun, di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan terkait adanya perbedaan jumlah rakaat sholat Tarawih. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, 20 rakaat. Sholat Tarawih bahkan ada yang mengerjakan dengan jumlah rakaat lebih dari 20 rakaat. Ada yang 36 rakaat hingga 40 rakaat.
Perbedaan ini terkadang menimbulkan kebingungan bagi sebagian masyarakat. Yang perlu diketahui bahwa sholat Tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat sama-sama baik untuk dilaksanakan oleh umat Islam.
Perbedaan rakaat pada sholat Tarawih merupakan hal yang wajar karena sama-sama memiliki dasar kuat dalam Islam. Baik 8 rakaat maupun 20 rakaat, semuanya sah dan bernilai pahala selama dilakukan dengan ikhlas sesuai dengan tuntunan syariat.
Berikut penjelasan lengkap tentang perbedaan rakaat sholat Tarawih supaya umat Islam dapat memahaminya dengan baik, sehingga tidak perlu mempersoalkannya.
Sebaliknya, umat Islam dapat melaksanakan sholat Tarawih dengan tenang sesuai kenyamanan dan kemampuannya masing-masing.
Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Bisanya sholat ini dilakukan setelah sholat Isya dan merupakan bagian dari qiyamul lail yang dianjurkan pada bulan suci Ramadhan.
Rasulullah angat menganjurkan sholat Tarawih sebagaimana sabdanya:
“Barang siapa melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Perbedaan Rakaat Sholat Tarawih dalam Sejarah Islam
Pendapat 8 rakaat merujuk pada hadis Aisyah radhiyallahu anha yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah sholat malam lebih dari 11 rakaat, termasuk sholat Witir.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan menjadi dasar bagi sebagian ulama bahwa Tarawih 8 rakaat dengan ditambah 3 rakaat sholat Witir adalah jumlah yang paling mendekati praktik Nabi Muhammad.
Pendapat ini banyak diikuti oleh kalangan yang mengutamakan kesesuaian langsung dengan sunnah Rasulullah.
Pendapat 20 rakaat juga memiliki dasar kuat berdasarkan praktik dari para sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu. Pada masa itu, Umar mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah sebanyak 20 rakaat.
Praktik sholat Tarawih 20 rakaat juga terjadi masa Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thallib. Riwayat ini disebutkan dalam berbagai kitab hadis dan fiqih, dan diamalkan secara luas oleh mayoritas umat Islam, terutama mereka yang mengikuti mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
