Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan dapat mengumpulkan wakaf sebanyak Rp 1 triliun. Pengumpulan sebanyak itu diharapkan berasal dari siswa di madrasah, santri, mahasiswa, guru, tenaga kependidikan, dan lainnya. Target wakaf Rp 1 Triliun itu merupakan bagian dari program Gerakan Wakaf Pendidikan Islam.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meyakini target wakaf sebanyak itu bukanlah hal yang mustahil. Pasalnya, ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kemenag sangat besar. Mulai dari ASN Kemenag, murid dan guru di madrasah, mahasiswa di kampus keagamaan Islam negeri dan swasta, serta unit kerja Kemenag lainnya sampai tingkat kecamatan.
Diasumsikan jumlah peserta didik muslim di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag mencapai lebih dari 20 juta. Kemudian, pendidik ada sekitar 2,4 juta. Lalu, untuk tenaga kependidikan (tendik) ada 148 ribuan orang.
Nasaruddin mengatakan, wakaf uang atau wakaf tunai bersifat produktif. Wakaf tunai bisa diinvestasikan dan menghasilkan nilai manfaat. Inilah yang kemudian bisa didistribusikan kepada masyarakat miskin, misalnya untuk beasiswa sekolah atau kuliah. Termasuk untuk membantu pembangunan madrasah yang layak.
Imam besar Masjid Istiqlal itu menegaskan, wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam. Menurut dia, pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, tetapi juga partisipasi publik melalui instrumen syariah yang produktif.
“Gerakan wakaf pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam,” kata dia. Nasaruddin ingin memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin maju dan berdaya saing.
Nasaruddin mengatakan, Gerakan Wakaf Pendidikan Islam merupakan gerakan yang mulai dari diri sendiri dalam hal ini Kemenag. Dia bersyukur telah terjadi sinergi yang baik antara dua Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kemenag, yaitu Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Bimas Islam. "Sehingga jelas antara pengelolaan dan penerima wakaf-nya juga jelas," tutur Menag.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyampaikan bahwa gerakan itu dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. Dia menjelaskan bahwa wakaf pendidikan akan diarahkan pada pembangunan sarana prasarana, peningkatan kualitas SDM, serta pemberdayaan riset dan inovasi di lingkungan pendidikan Islam.
“Potensi zakat sangat besar di pendidikan Islam. Ada jumlah waqif (orang yang berwakaf) yang besar di pendidikan Islam yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidikan (tendik), dan non tendik,” katanya. Selain itu, ada 14 kampus PTKIN yang memiliki prodi manajemen zakat dan wakaf. Sehingga potensi ini yang akan sangat membantu keberhasilan program wakaf untuk umat.
Menurut Suyitno, gerakan wakaf itu juga dalam rangka menjalankan Instruksi Presiden Republik Indonesia 8/2025 amanat untuk Kementerian Agama, yaitu mendorong peran badan pengumpul dana umat untuk optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. (wan)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
