Mojtaba Khamenei. (The Guardian)
JawaPos.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran dan sekutunya akan memberikan 'pelajaran tak terlupakan' setelah Washington melancarkan serangan terbaru ke wilayah Iran.
Ancaman tersebut menandai babak baru eskalasi yang berpotensi memperluas konflik hingga mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
"Iran yang terhormat dan Front Perlawanan, ia memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi musuh Amerika," kata Khamenei dalam unggahan di X setelah operasi militer AS dimulai.
Pernyataan itu muncul ketika pasukan Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target di Iran. Berdasarkan informasi yang disampaikan otoritas Iran, serangan dimulai pada pukul 12.00 waktu Amerika Serikat bagian Timur atau sekitar 16.00 GMT.
Serangan terbaru itu dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa. Kantor berita Iran, Fars, menyebut sedikitnya empat orang tewas, termasuk seorang anak.
Laporan lain menyebut korban berada di wilayah Sirik, Iran bagian selatan. Serangan disebut mengenai lokasi yang sedang digunakan untuk sebuah acara pernikahan.
Informasi mengenai korban tersebut menambah tekanan terhadap situasi yang sudah semakin tegang antara Washington dan Teheran. Serangan terhadap area yang disebut berkaitan dengan acara sipil juga berpotensi memperkeras respons Iran.
Eskalasi terbaru tidak terlepas dari perselisihan yang kembali memanas di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute penting bagi pengiriman energi dunia.
Amerika Serikat menuduh Iran mengancam pelayaran komersial dan pasukan AS yang berada di kawasan tersebut. Teheran sebaliknya mengecam serangan Amerika dan telah menyatakan akan melakukan pembalasan.
Dalam situasi seperti ini, ancaman Khamenei menjadi perhatian bukan hanya karena potensi serangan balasan terhadap kepentingan AS, tetapi juga karena dampaknya terhadap keamanan jalur pelayaran regional.
Jika Iran benar-benar memperluas responsnya, dampaknya dapat melampaui hubungan langsung antara Washington dan Teheran. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memicu tekanan baru terhadap perdagangan dan pasokan energi global.
Selat tersebut memiliki posisi strategis bagi distribusi energi dunia. Karena itu, setiap gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pengiriman minyak dan komoditas energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022