Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 16.07 WIB

Iran Buka Jalan Damai dengan AS, Tapi Ada Syarat yang Bisa Gagalkan Gencatan Senjata

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Istimewa). - Image

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Istimewa).

JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka kembali peluang gencatan senjata dengan Amerika Serikat setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak. Teheran menyatakan siap menjalankan lagi kesepakatan yang dicapai pada Juni jika Washington juga kembali memenuhi komitmennya.

Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut pada Selasa dalam pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan. Pernyataan itu menjadi sinyal paling jelas dari Teheran bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski hubungan Iran dan AS kembali memanas setelah pertukaran tembakan pada akhir pekan.

“Jika AS kembali pada komitmennya dalam memorandum of understanding, Republik Islam Iran akan segera melakukan hal yang sama,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan media pemerintah Iran.

Kesepakatan yang dimaksud merupakan memorandum of understanding (MoU) yang dicapai Iran dan AS pada Juni. Kesepakatan tersebut semula dirancang untuk menghentikan pertempuran dan membuka ruang negosiasi selama 60 hari guna mencapai kesepakatan damai yang lebih luas.

Dalam kerangka tersebut, Iran sepakat membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan memastikan kapal dapat melintas selama masa negosiasi. Sebagai imbalannya, AS berkomitmen mengakhiri blokade laut, mencabut sejumlah sanksi, memberikan keringanan untuk ekspor minyak Iran, serta mulai menggarap paket rekonstruksi bagi Iran.

Namun, kesepakatan itu tidak bertahan lama. Setelah periode relatif tenang, Iran dan AS kembali saling menembakkan serangan pada akhir pekan. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkat jika jalur diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan baru.

Pernyataan Pezeshkian kini membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali mekanisme yang sebelumnya telah disepakati.

Masalahnya Bukan Sekadar Persetujuan Gedung Putih

Meski Pezeshkian dikenal lebih mendukung penyelesaian perang melalui perundingan, keputusan Iran tidak sepenuhnya berada di tangannya.

Kekuatan paling berpengaruh dalam urusan keamanan Iran tetap berada pada Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore