Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 06.02 WIB

Iran Bawa Serangan AS ke PBB, Teheran Beri Sinyal Balasan yang Lebih Keras

Sebuah perahu kecil berlayar melewati kapal kargo dan kapal komersial lainnya yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Rabu, 5 Agustus 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP). - Image

Sebuah perahu kecil berlayar melewati kapal kargo dan kapal komersial lainnya yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Rabu, 5 Agustus 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP).

JawaPos.com - Iran membawa serangan Amerika Serikat ke Dewan Keamanan PBB dan mendesak penghentian serangan terhadap wilayahnya. Teheran juga memperingatkan bahwa pasukannya siap merespons jika Washington kembali melancarkan serangan.

Desakan tersebut disampaikan Iran melalui surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (31/8). Surat itu dikirim Gholamhossein Darzi, wakil tetap sekaligus duta besar Iran untuk PBB, menurut kantor berita Iran, IRNA.

Langkah diplomatik tersebut dilakukan setelah Iran pasukan AS menyerang Pulau Larak di Teluk sehari sebelumnya. Teheran menyatakan serangan itu menyebabkan tentara dan warga sipil tewas maupun terluka serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah properti publik dan swasta.

Darzi menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan dan integritas teritorial" Iran.

Bagi Teheran, persoalan ini bukan sekadar bentrokan militer. Iran berusaha membawa tuduhan terhadap Washington ke forum internasional sekaligus menekan Dewan Keamanan PBB agar mengambil tindakan.

Iran Desak AS Hentikan Serangan

Dalam surat tersebut, Darzi meminta Dewan Keamanan PBB menuntut Amerika Serikat menghentikan serangannya terhadap Iran.

Iran juga meminta surat itu diedarkan sebagai dokumen resmi PBB. Dengan demikian, tuduhan Teheran terhadap Washington dapat tercatat secara formal dalam forum utama PBB yang menangani persoalan perdamaian dan keamanan internasional.

Darzi turut menuduh perang terhadap Iran telah melibatkan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ia menyatakan Amerika Serikat bertanggung jawab atas tindakan tersebut, termasuk pihak-pihak yang memerintahkan ataupun melaksanakan serangan, sebagaimana dilaporkan IRNA.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore