
Ilustrasi pejuang Hizbullah di Lebanon selatan. (Modern Diplomacy).
JawaPos.com - Komando militer pusat Iran memperingatkan warga di wilayah utara yang diduduki Israel untuk meninggalkan permukiman. Hal ini jika Tel Aviv melaksanakan ancamannya menyerang pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon.
Dalam pernyataannya pada Senin, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam membombardir Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, serta wilayah ibu kota Lebanon lainnya, dan telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk setempat.
"Kami memperingatkan penduduk wilayah utara dan permukiman militer di wilayah pendudukan," kata juru bicara markas tersebut, Ali Abdollahi.
"Jika tidak ingin terdampak, mereka harus meninggalkan daerah itu apabila ancaman tersebut dilaksanakan," katanya.
Netanyahu, Senin, memerintahkan serangan militer terhadap Dahiyeh dan Beirut sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran berulang" oleh Hezbollah terhadap gencatan senjata di Lebanon.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
