
Jeff Bezos menarik insinyur top untuk memperkuat ambisi AI-nya. Foto: (Observer)
JawaPos.com — Pendiri Amazon Jeff Bezos kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi melalui Project Prometheus, sebuah perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menargetkan penerapan AI pada proses fisik seperti engineering, manufaktur, dan dirgantara.
Pendekatan ini jauh berbeda dengan fokus model bahasa besar seperti ChatGPT, menunjukkan bahwa Bezos ingin menempatkan AI pada pusat revolusi industri nyata.
Mengutip Observer, Kamis (9/4/2026), salah satu langkah terbaru yang mencolok adalah perekrutan Kyle Kosic, alumnus OpenAI dan anggota pendiri xAI milik Elon Musk, sebagai bagian dari tim inti Prometheus. “Kosic bergabung dengan tim yang tumbuh cepat yang dipenuhi alumni dari perusahaan teknologi besar,” tulis Observer, menegaskan ambisi perusahaan dalam membangun tim riset yang unggul.
Bezos memegang posisi co‑CEO bersama Vikram Bajaj, mantan peneliti Google X, sehingga menjadikan ini peran operasional pertamanya sejak mundur dari Amazon pada 2021. Selain itu, menurut laporan, Prometheus memulai operasi dengan modal awal 6,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 105,5 triliun dengan kurs Rp 17.010 per dolar AS) dan kini tengah berupaya mengumpulkan modal tambahan agar dapat mengembangkan teknologi yang melampaui model AI percakapan menuju aplikasi nyata di dunia industri.
Dengan modal tersebut, Project Prometheus berfokus pada pengembangan sistem AI yang mampu memahami dan beroperasi di dunia nyata—sesuatu yang disebut physical AI. Menurut hasil liputan Gizmochina, perusahaan ini merancang teknologi AI yang “memahami lingkungan nyata”, artinya tidak sekadar mengolah data teks atau gambar, tetapi juga mampu menunjang proses industri seperti desain mesin dan lini produksi.
Pergerakan ini menegaskan bahwa Prometheus sedang mencoba menjembatani jurang antara pemodelan digital dan aplikasi fisik di bidang seperti manufaktur cip, otomotif, dan aerospace. Banyak analis menyatakan bahwa physical AI berpotensi mengubah cara perusahaan besar menjalankan operasi mereka, mulai dari efisiensi produksi hingga inovasi desain produk.
Perekrutan Kosic juga mencerminkan persaingan sengit di antara perusahaan teknologi besar dalam menarik bakat AI terbaik. Laporan Economic Times menyebutkan bahwa masuknya Kosic ke Prometheus menunjukkan intensitas kompetisi dalam perang talenta di dunia AI, terutama antara perusahaan‑perusahaan besar dan startup ambisius seperti yang dipimpin Bezos.
Langkah ini ditempuh di tengah ekspansi global Prometheus, yang kini telah membuka kantor di San Francisco, London, dan Zurich, serta menarik ratusan peneliti dan insinyur dari organisasi seperti Meta, DeepMind, OpenAI, dan Microsoft. Hal ini menunjukkan bahwa strategi Bezos mencakup pembangunan ekosistem AI yang kuat dan beragam di berbagai pusat teknologi dunia.
Persaingan tidak hanya muncul dari sisi perekrutan talenta, tetapi juga dari startup lain di segmen physical AI. Contohnya, AMI Labs di Paris berhasil meraih pendanaan besar sebesar satu miliar dolar AS dalam putaran awalnya, menunjukkan bahwa kompetisi dalam pengembangan AI yang berorientasi dunia nyata kini sudah menjadi fenomena global.
Dalam konteks global, strategi Bezos dengan Project Prometheus bukan hanya menyaingi tokoh teknologi lain seperti Larry Page, Sundar Pichai, atau Sam Altman, tetapi juga menempatkan physical AI sebagai arah baru revolusi industri abad ke‑21—di mana kecerdasan buatan bukan hanya menambah fungsi digital, tetapi benar‑benar mentransformasi cara dunia membuat dan memproduksi barang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022