
Desc gambar: Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5. (@dinopattidjalal/Instagram)
JawaPos.com - Keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai banyak sorotan dari masyarakat, termasuk kalangan diplomat senior.
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menyampaikan kekhawatiran serius atas langkah tersebut.
Melalui akun X pribadinya, Dino menanggapi penjelasan Menteri Luar Negeri Sugiono terkait keikutsertaan Indonesia. Ia mengapresiasi klarifikasi awal, namun menilai penjelasan itu belum menyentuh persoalan inti.
“Terima kasih atas penjelasan Menlu Sugiono atas bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian (bentukan Donald Trump), namun saya lihat penjelasan beliau terlalu abstrak normatif terhadap masalah yang kontroversial, sangat rumit dan pastinya penuh ranjau,” tulis Dino.
Menurut Dino, sebagai negosiator Indonesia dalam Board of Peace, Menlu Sugiono perlu memberikan penjelasan yang jauh lebih mendalam dan konkret kepada publik.
“Sebagai negosiator Indonesia untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono perlu berikan penjelasan lebih mendalam,” ujarnya.
Dino kemudian menguraikan sejumlah pertanyaan krusial, dimulai dari kejelasan hak dan kewajiban Indonesia serta jaminan prinsip kesetaraan antaranggota Dewan Perdamaian.
Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan ekonomi yang bisa merugikan rakyat Palestina.
“Apa jaminan bahwa proses ini tidak akan menjadi proyek real estate Trump atau internasional di Gaza yang akan mengesampingkan hak rakyat Palestina?” tulis Dino.
Kekhawatiran lain diarahkan pada arah politik Dewan Perdamaian, khususnya terkait masa depan Palestina.
“Apa jaminan atau pathway bahwa Dewan Perdamaian akan mewujudkan solusi dua negara atau kemerdekaan Palestina,” kata Dino, seraya mengingatkan bahwa Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama ini masih menjauhi tujuan tersebut.
Dino juga mempertanyakan mekanisme internal Dewan Perdamaian jika terjadi perbedaan pendapat antaranggotanya.
“Bagaimana agar anggota Dewan tidak diposisikan sebagai ‘anak buah’ Trump yang dikenal sering berpikiran tidak lazim,” ujarnya.
Ia turut menyinggung kemungkinan kehadiran Netanyahu dalam Dewan Perdamaian tanpa representasi Palestina.
“Kalau ada PM Israel Netanyahu dalam Dewan Perdamaian, bagaimana dengan perwakilan Palestina?” tanya Dino.
Selain itu, Dino mengingatkan risiko berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
