
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadiri konferensi internasional dan menyatakan dukungan Inggris atas pengakuan Palestina, menjelang pertemuan khusus PBB di New York. (The Guardian)
JawaPos.com — Inggris, Kanada, dan Australia pada Minggu (21/9/2025) resmi mengakui kenegaraan Palestina dalam pernyataan bersama. Langkah bersejarah ini menandai pertama kalinya anggota G7 mengambil posisi tersebut, sekaligus mempertegas pergeseran sikap global terhadap konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Dilansir dari The Guardian, Senin (22/9), keputusan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel, yang dituding berupaya menghapus prospek solusi dua negara melalui kebijakan ekspansi permukiman di Gaza dan Tepi Barat. Pengakuan kenegaraan Palestina oleh tiga kekuatan besar Barat ini menambah isolasi diplomatik Israel di panggung global.
Tak lama setelah itu, Portugal juga mengumumkan langkah serupa. Menteri Luar Negeri Paulo Rangel menegaskan, “Pengakuan Negara Palestina merupakan realisasi dari garis kebijakan luar negeri Portugal yang fundamental dan konsisten. Kami meyakini solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan, dan gencatan senjata sangat mendesak.”
Ia juga menekankan bahwa Hamas tidak boleh menguasai Gaza maupun wilayah lain, serta mendesak pembebasan seluruh sandera.
Memantik Gelombang Dukungan Global
Selain keempat negara tersebut, Belgia, Prancis, Luksemburg, Malta, Selandia Baru, dan Liechtenstein dijadwalkan menyampaikan deklarasi pengakuan serupa dalam konferensi khusus PBB pada Senin (22/9).
Forum ini dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi dengan tujuan menghidupkan kembali peluang solusi dua negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron dipastikan hadir, sementara Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman absen dari pertemuan tersebut.
Sikap Tegas dari Pemimpin Dunia
Sejumlah pemimpin dunia langsung menyampaikan pernyataan resmi. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menulis di X, “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami untuk membangun janji masa depan yang damai.”
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menambahkan, “Langkah ini mengakui aspirasi sah dan telah lama diperjuangkan oleh rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri.”
Dari London, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, “Di tengah horor yang kian meningkat di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga peluang perdamaian tetap hidup. Itu berarti Israel yang aman berdampingan dengan Palestina yang layak. Saat ini kita belum memiliki keduanya.”
Potensi Respons Keras Israel
Namun, langkah pengakuan ini memicu kekhawatiran besar. Israel diperkirakan akan merespons dengan mengintensifkan aneksasi—yakni tindakan sepihak suatu negara memasukkan wilayah yang bukan miliknya ke dalam kedaulatannya—di Tepi Barat, khususnya di koridor E1 yang dapat memutus wilayah Palestina dari Yerusalem Timur.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan negara-negara agar tidak gentar menghadapi ancaman tersebut. Di Eropa, aneksasi dikhawatirkan memicu sanksi dagang, memperdalam isolasi politik Israel, bahkan berujung pada penangguhan keanggotaan PBB.
Peran Sentral Prancis

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
