
Ketegangan terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja. (Mak Remissa/EPA).
JawaPos.com - Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka dalam bentrokan bersenjata yang kembali pecah di wilayah perbatasan sengketa antara Thailand dan Kamboja pada Kamis (24/7).
Insiden ini terjadi setelah kedua negara menurunkan level hubungan diplomatik mereka, menyusul meningkatnya ketegangan yang belum menunjukkan tanda mereda.
Militer Thailand mengkonfirmasi telah meluncurkan serangan udara terhadap sasaran darat di wilayah Kamboja. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut jet tempur Thailand menjatuhkan bom di sebuah jalan dekat situs warisan dunia, Kuil Preah Vihear.
“Kami melaporkan tiga warga sipil lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun, mengalami luka serius akibat tembakan dari Kamboja ke wilayah permukiman di Provinsi Surin,” ungkap Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri mengutip France24.
Menurut Surasant, bentrokan masih berlangsung di sedikitnya enam titik di sepanjang garis perbatasan. Pertempuran pertama pada hari Kamis dilaporkan terjadi di dekat kompleks candi kuno Ta Muen Thom, yang berada di perbatasan Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.
Kedua pihak saling menuduh menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan. Sementara itu, Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa serangan Kamboja telah menewaskan warga sipil tanpa membedakan target.
“Belum ada deklarasi perang dan konflik ini belum meluas ke provinsi lain,” kata Wechayachai dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata harus menjadi langkah pertama sebelum kedua negara dapat memulai proses negosiasi.
Ketegangan semakin terasa di kalangan warga sipil. Sebuah tayangan siaran langsung dari sisi Thailand memperlihatkan penduduk berlarian meninggalkan rumah dan bersembunyi di bunker beton saat terdengar ledakan-ledakan pada Kamis pagi.
Menanggapi eskalasi ini, Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan keras. “Thailand siap meningkatkan langkah-langkah pertahanan diri jika Kamboja terus melakukan serangan bersenjata dan pelanggaran terhadap kedaulatan kami, sesuai hukum dan prinsip internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kerap meningkat di sekitar wilayah kuil perbatasan, yang secara historis menjadi sumber sengketa sejak lama. Namun eskalasi kali ini dinilai sebagai yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dengan korban sipil mulai berjatuhan dan risiko konflik terbuka makin besar.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
