Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 01.55 WIB

Bentrok Berdarah di Perbatasan Thailand-Kamboja Tewaskan 11 Warga Sipil, Ketegangan Meningkat

Ketegangan terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja. (Mak Remissa/EPA). - Image

Ketegangan terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja. (Mak Remissa/EPA).

JawaPos.com - Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka dalam bentrokan bersenjata yang kembali pecah di wilayah perbatasan sengketa antara Thailand dan Kamboja pada Kamis (24/7).

Insiden ini terjadi setelah kedua negara menurunkan level hubungan diplomatik mereka, menyusul meningkatnya ketegangan yang belum menunjukkan tanda mereda.

Militer Thailand mengkonfirmasi telah meluncurkan serangan udara terhadap sasaran darat di wilayah Kamboja. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut jet tempur Thailand menjatuhkan bom di sebuah jalan dekat situs warisan dunia, Kuil Preah Vihear.

“Kami melaporkan tiga warga sipil lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun, mengalami luka serius akibat tembakan dari Kamboja ke wilayah permukiman di Provinsi Surin,” ungkap Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri mengutip France24.

Menurut Surasant, bentrokan masih berlangsung di sedikitnya enam titik di sepanjang garis perbatasan. Pertempuran pertama pada hari Kamis dilaporkan terjadi di dekat kompleks candi kuno Ta Muen Thom, yang berada di perbatasan Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.

Kedua pihak saling menuduh menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan. Sementara itu, Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa serangan Kamboja telah menewaskan warga sipil tanpa membedakan target.

“Belum ada deklarasi perang dan konflik ini belum meluas ke provinsi lain,” kata Wechayachai dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata harus menjadi langkah pertama sebelum kedua negara dapat memulai proses negosiasi.

Ketegangan semakin terasa di kalangan warga sipil. Sebuah tayangan siaran langsung dari sisi Thailand memperlihatkan penduduk berlarian meninggalkan rumah dan bersembunyi di bunker beton saat terdengar ledakan-ledakan pada Kamis pagi.

Menanggapi eskalasi ini, Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan keras. “Thailand siap meningkatkan langkah-langkah pertahanan diri jika Kamboja terus melakukan serangan bersenjata dan pelanggaran terhadap kedaulatan kami, sesuai hukum dan prinsip internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kerap meningkat di sekitar wilayah kuil perbatasan, yang secara historis menjadi sumber sengketa sejak lama. Namun eskalasi kali ini dinilai sebagai yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dengan korban sipil mulai berjatuhan dan risiko konflik terbuka makin besar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore