
Fasilitas nuklir Iran di Fordow yang diklaim oleh Trump telah diserang. (Istimewa)
JawaPos.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat pada Minggu (22/6) waktu setempat. Ini terkait serangan yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.
Serangan tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah negara anggota dan memperbarui seruan gencatan senjata di Timur Tengah.
Dilansir dari Al Jazeera, dalam sidang itu, Rusia, Tiongkok, dan Pakistan mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat.
Mereka tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat atau Israel, draf tersebut mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Hingga berita ini ditulis, belum dijadwalkan pemungutan suara atas resolusi itu.
Untuk lolos, resolusi harus mendapat dukungan dari sedikitnya sembilan anggota tanpa veto dari lima anggota tetap: AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok. Namun, dengan keterlibatan langsung AS dalam serangan, peluang resolusi tersebut disahkan dinilai kecil.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya menyebut serangan itu sebagai titik balik berbahaya.
“Pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS menandai titik balik yang mengkhawatirkan di kawasan yang sudah bergejolak,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa dunia sedang di ambang kekerasan tanpa akhir. “Kita harus segera bertindak dan kembali ke jalur diplomasi,” tuturnya.
AS membela tindakannya melalui Duta Besar Sementara Dorothy Shea yang menyebut serangan itu sebagai langkah perlindungan terhadap kepentingan nasional dan sekutu.
“Iran tidak boleh memperburuk situasi. Setiap serangan langsung maupun tidak langsung terhadap warga atau pangkalan AS akan dibalas dengan serangan mematikan,” tutur Shea.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Ali Bahreini menuding AS dan Israel telah menghancurkan proses diplomasi.
Duta Besar Israel Danny Danon justru menyatakan dunia menjadi lebih aman setelah serangan tersebut. “Apakah kami mendukung perubahan rezim? Itu urusan rakyat Iran, bukan kami,” ucap Danon.
Tiongkok, Rusia, dan Pakistan kompak mengecam serangan Amerika. Duta Besar Tiongkok Fu Cong menyebut situasi sangat berbahaya dan menyerukan gencatan senjata segera.
Rusia menilai Negara Paman Sam membuka kotak Pandora yang tak jelas apa dampaknya. Sementara Pakistan menyatakan berdiri bersama rakyat Iran.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
