Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 15.11 WIB

Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat Usai Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran, Tiongkok-Rusia Kompak Kecam AS

Fasilitas nuklir Iran di Fordow yang diklaim oleh Trump telah diserang. (Istimewa) - Image

Fasilitas nuklir Iran di Fordow yang diklaim oleh Trump telah diserang. (Istimewa)

JawaPos.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat pada Minggu (22/6) waktu setempat. Ini terkait serangan yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah negara anggota dan memperbarui seruan gencatan senjata di Timur Tengah.

Dilansir dari Al Jazeera, dalam sidang itu, Rusia, Tiongkok, dan Pakistan mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat.

Mereka tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat atau Israel, draf tersebut mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Hingga berita ini ditulis, belum dijadwalkan pemungutan suara atas resolusi itu.

Untuk lolos, resolusi harus mendapat dukungan dari sedikitnya sembilan anggota tanpa veto dari lima anggota tetap: AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok. Namun, dengan keterlibatan langsung AS dalam serangan, peluang resolusi tersebut disahkan dinilai kecil.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya menyebut serangan itu sebagai titik balik berbahaya.

“Pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS menandai titik balik yang mengkhawatirkan di kawasan yang sudah bergejolak,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa dunia sedang di ambang kekerasan tanpa akhir. “Kita harus segera bertindak dan kembali ke jalur diplomasi,” tuturnya.

AS membela tindakannya melalui Duta Besar Sementara Dorothy Shea yang menyebut serangan itu sebagai langkah perlindungan terhadap kepentingan nasional dan sekutu.

“Iran tidak boleh memperburuk situasi. Setiap serangan langsung maupun tidak langsung terhadap warga atau pangkalan AS akan dibalas dengan serangan mematikan,” tutur Shea.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Ali Bahreini menuding AS dan Israel telah menghancurkan proses diplomasi.

Duta Besar Israel Danny Danon justru menyatakan dunia menjadi lebih aman setelah serangan tersebut. “Apakah kami mendukung perubahan rezim? Itu urusan rakyat Iran, bukan kami,” ucap Danon.

Tiongkok, Rusia, dan Pakistan kompak mengecam serangan Amerika. Duta Besar Tiongkok Fu Cong menyebut situasi sangat berbahaya dan menyerukan gencatan senjata segera.

Rusia menilai Negara Paman Sam membuka kotak Pandora yang tak jelas apa dampaknya. Sementara Pakistan menyatakan berdiri bersama rakyat Iran. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore