
Paus Fransiskus menyaksikan patung bayi Yesus yang terbaring di atas keffiyeh Palestina dalam momen kelahiran tahunan di Lapangan Basilika Santo Petrus, Sabtu (7/12/2024). (Middle East Monitor)
JawaPos.com – Vatikan secara resmi menunjukkan patung kelahiran Yesus tahunan yang dipajang di Lapangan Santo Petrus pada Sabtu (7/12/2024) lalu. Yang membuat karya kelahiran Yesus kali ini sangat istimewa adalah patung bayi Yesus yang diletakkan di atas keffiyeh Palestina, kain tradisional yang selama ini menjadi simbol perjuangan bangsa Palestina.
Karya seni ini tidak hanya menggambarkan kelahiran Yesus, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang solidaritas dan perdamaian di tengah konflik yang terjadi di Tanah Suci, khususnya di wilayah Palestina, dan berbagai belahan dunia.
Melansir Middle East Monitor, Kamis (12/13/2024), patung bayi Yesus tersebut adalah hasil karya seniman Palestina Johny Andonia dan Faten Nastas Mitwasi yang berasal dari Betlehem.
Selain menampilkan patung bayi Yesus yang terbuat dari kayu zaitun—yang juga merupakan simbol perdamaian—karya ini menggabungkan berbagai material lain, seperti kerang mutiara, batu, keramik, kaca, kain felt, dan kain tradisional. Setiap elemen yang digunakan dalam karya ini mencerminkan kekayaan budaya Betlehem, tempat kelahiran Yesus, serta kekuatan simbolis yang berhubungan dengan Palestina.
Dalam upacara peresmian, Paus Fransiskus menekankan bahwa peristiwa kelahiran ini merupakan pengingat yang mendalam bagi kita semua tentang penderitaan mereka yang terjebak dalam tragedi perang, baik di Tanah Suci maupun di tempat lain. Paus juga mengecam keras kekerasan yang terus terjadi di dunia, dengan menyerukan, “Hentikan perang, hentikan kekerasan!” dan mengkritik industri senjata yang memanfaatkan konflik dan penderitaan demi keuntungan pribadi.
Paus Fransiskus yang dikenal dengan sikapnya yang vokal terhadap ketidakadilan global, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekerasan di Gaza dan menyerukan penyelidikan atas agresi Israel di Jalur Gaza, yang beliau sebut sebagai genosida. Kehadiran keffiyeh Palestina dalam adegan kelahiran Yesus ini seolah menjadi simbol dukungan Vatikan terhadap Palestina, yang terus menghadapi kesulitan besar akibat pendudukan Israel.
Selain sebagai karya seni, patung bayi Yesus yang dibalut keffiyeh Palestina ini juga berfungsi sebagai pernyataan politik dan sosial. Melalui simbol ini, Vatikan ingin mengingatkan dunia akan pentingnya perdamaian, baik di Tanah Suci maupun di seluruh dunia. Paus Fransiskus berharap karya ini bisa menginspirasi umat manusia untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik.
Sebagai simbol perdamaian, karya ini menegaskan bahwa meskipun konflik dan penderitaan masih berlangsung, harapan tetap ada. Vatikan melalui adegan kelahiran bayi Yesus dalam karya ini, ingin mengirimkan pesan kuat bahwa dunia harus berkomitmen untuk menghentikan kekerasan dan menciptakan ruang bagi perdamaian yang lebih baik bagi umat manusia.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
