JawaPos Radar

Korut dan Korsel Tawarkan Jadi Tuan Rumah Gabungan Olimpiade 2032

23/09/2018, 12:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
olimpiada musim panas, korut,
Ada yang seru dari proses perdamaian kedua Korea, yakni Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) menawarkan diri menjadi tuan rumah gabungan untuk Olimpiade Musim Panas 2032 (The Japan Times)
Share this image

JawaPos.com – Ada yang seru dari proses perdamaian kedua Korea, yakni Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) menawarkan diri menjadi tuan rumah gabungan untuk Olimpiade Musim Panas 2032. “Korea Utara dan Selatan akan mengajukan tawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Sangat menarik!” ciutan presiden Amerika Serikat Donald Trump di Twitternya pada Rabu lalu, (19/9). Banyak pihak yang menyambut baik rencana kedua korea tersebut.

Seperti dilansir CNN, dalam kaitannya dengan proses perdamaian ke depan, kedua Korea juga berjanji untuk membuat rel kereta api dan jalan yang menghubungkan Korut dan Korsel tahun depan. Mengentikan latihan militer yang ditujukan untuk mengawasi satu sama lain di sepanjang garis demarkasi militer, yang membagi kedua negara.

Pada 1 November akn menghapus 11 pos penjaga di zona demiliterisasi. Lalu menormalisasikan kompleks Industri Kaesong dan proyek pariwisata Kumgang segera setelah kondisi memungkinkan.

olimpiada musim panas, korut,
Demi proses perdamaian ke depan, kedua Korea juga berjanji untuk membuat rel kereta api dan jalan yang menghubungkan Korut dan Korsel tahun depan (AFP)

Semua pembicaraan detail tersebut adalah hasil dari pertemuan kedua Presiden Korsel Moon Jae In dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un di Wisma Negara Paekhwawon di Pyongyang, Korut pada Rabu, (19/9).

Kepala pertahanan kedua negara juga menandatangani perjanjian 17 halaman di mana kedua negara bersumpah untuk menghentikan semua tindakan bermusuhan satu sama lain. "Era tidak ada perang telah dimulai," kata Moon jadi Presiden Korsel pertama yang mengunjungi Pyongyang sejak 2007.

Para pengamat mengatakan bola sekarang berada di Amerika Serikat. Tawaran Kim, bagaimanapun, bisa memberikan cara untuk memulai pembicaraan, kata analis.

"Apa yang perlu dicari AS saat ini adalah langkah-langkah asli dari Korea Utara yang menunjukkan kesediaan untuk menggerakkan proses ke depan. Jika Korut benar-benar bersedia untuk menutup Yongbyon dan mengizinkan para inspekturitu hanya langkah-langkah parsial, tetapi itu adalah langkah-langkah tulus ke depan, "kata Analis Center for American Progress dan mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Michael Fuchs,

Juru bicara Moon, Yoon Young Chan mengumumkan, Presiden Korsel akan melakukan perjalanan ke AS untuk bertemu dengan Trump pada 24 September. Bagian besar dari negosiasi untuk mengakhiri perang adalah status ribuan pasukan AS yang ditempatkan di Korsel sebagai bagian dari aliansi kedua negara. Selama ini, Korut telah lama melihat jejak besar militer AS di Korsel sebagai ancaman langsung.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up