Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 14.03 WIB

Vatikan Tampilkan Patung Bayi Yesus Berbalut Keffiyeh Palestina, Simbol Perdamaian di Tengah Konflik

Paus Fransiskus menyaksikan patung bayi Yesus yang terbaring di atas keffiyeh Palestina dalam momen kelahiran tahunan di Lapangan Basilika Santo Petrus, Sabtu (7/12/2024). (Middle East Monitor) - Image

Paus Fransiskus menyaksikan patung bayi Yesus yang terbaring di atas keffiyeh Palestina dalam momen kelahiran tahunan di Lapangan Basilika Santo Petrus, Sabtu (7/12/2024). (Middle East Monitor)

JawaPos.com – Vatikan secara resmi menunjukkan patung kelahiran Yesus tahunan yang dipajang di Lapangan Santo Petrus pada Sabtu (7/12/2024) lalu. Yang membuat karya kelahiran Yesus kali ini sangat istimewa adalah patung bayi Yesus yang diletakkan di atas keffiyeh Palestina, kain tradisional yang selama ini menjadi simbol perjuangan bangsa Palestina.

Karya seni ini tidak hanya menggambarkan kelahiran Yesus, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang solidaritas dan perdamaian di tengah konflik yang terjadi di Tanah Suci, khususnya di wilayah Palestina, dan berbagai belahan dunia.

Melansir Middle East Monitor, Kamis (12/13/2024), patung bayi Yesus tersebut adalah hasil karya seniman Palestina Johny Andonia dan Faten Nastas Mitwasi yang berasal dari Betlehem.

Selain menampilkan patung bayi Yesus yang terbuat dari kayu zaitun—yang juga merupakan simbol perdamaian—karya ini menggabungkan berbagai material lain, seperti kerang mutiara, batu, keramik, kaca, kain felt, dan kain tradisional. Setiap elemen yang digunakan dalam karya ini mencerminkan kekayaan budaya Betlehem, tempat kelahiran Yesus, serta kekuatan simbolis yang berhubungan dengan Palestina.

Dalam upacara peresmian, Paus Fransiskus menekankan bahwa peristiwa kelahiran ini merupakan pengingat yang mendalam bagi kita semua tentang penderitaan mereka yang terjebak dalam tragedi perang, baik di Tanah Suci maupun di tempat lain. Paus juga mengecam keras kekerasan yang terus terjadi di dunia, dengan menyerukan, “Hentikan perang, hentikan kekerasan!” dan mengkritik industri senjata yang memanfaatkan konflik dan penderitaan demi keuntungan pribadi.

Paus Fransiskus yang dikenal dengan sikapnya yang vokal terhadap ketidakadilan global, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekerasan di Gaza dan menyerukan penyelidikan atas agresi Israel di Jalur Gaza, yang beliau sebut sebagai genosida. Kehadiran keffiyeh Palestina dalam adegan kelahiran Yesus ini seolah menjadi simbol dukungan Vatikan terhadap Palestina, yang terus menghadapi kesulitan besar akibat pendudukan Israel.

Selain sebagai karya seni, patung bayi Yesus yang dibalut keffiyeh Palestina ini juga berfungsi sebagai pernyataan politik dan sosial. Melalui simbol ini, Vatikan ingin mengingatkan dunia akan pentingnya perdamaian, baik di Tanah Suci maupun di seluruh dunia. Paus Fransiskus berharap karya ini bisa menginspirasi umat manusia untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik.

Sebagai simbol perdamaian, karya ini menegaskan bahwa meskipun konflik dan penderitaan masih berlangsung, harapan tetap ada. Vatikan melalui adegan kelahiran bayi Yesus dalam karya ini, ingin mengirimkan pesan kuat bahwa dunia harus berkomitmen untuk menghentikan kekerasan dan menciptakan ruang bagi perdamaian yang lebih baik bagi umat manusia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore