Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 23.25 WIB

Reuters Rilis Hasil Investigasi Terkait Penembakan Wartawan Mereka oleh Militer Israel, Hadirkan Fakta-Fakta Baru

Issam Abdallah, Salah Satu Wartawan Reuters dari 7 Jurnalis yang Meninggal Dunia Karena Terkena Serangan dari Tentara Israel pada Oktober lalu / Sumber : Reuters - Image

Issam Abdallah, Salah Satu Wartawan Reuters dari 7 Jurnalis yang Meninggal Dunia Karena Terkena Serangan dari Tentara Israel pada Oktober lalu / Sumber : Reuters

JawaPos.com – Issam Abdallah, salah satu wartawan dari Reuters menjadi korban tewas akibat serangan yang diluncurkan Israel pada Oktober lalu.

Ia bersama 6 kru media lainnya yang terdiri dari Reuters, Agence French-Presse (AFP) dan Al Jazeera pada saat itu sedang mengadakan peliputan di wilayah Lebanon.

Pada Kamis (7/12) kemarin, mereka resmi merilis investigasi mereka. Investigasi tersebut dilakukan oleh Reuters dan bekerjasama dengan berbagai lembaga di 30 negara.

Dikutip dari Reuters, diketahui peristiwa penembakan tersebut terjadi pada pukul 6 sore waktu setempat.

Sebelumnya pada pukul 17.11 waktu setempat Issam Abdallah sempat memberi laporan pada kru Reuters bahwa mereka sedang melakukan persiapan peliputan.

Sekitar pukul 17.16 wartawan Reuters mulai menyajikan gambar terkini yang mengarah ke Selatan dengan menampilkan kepulan asap putih.

Setelah itu pada pukul 18.01 kamera dari Reuters mengganti arah fokus pada tank Israel yang sedang menembak ke arah Lebanon.

Satu menit setelah itu ada tembakan lain yang datang dari bukit berbeda dan langsung mengenai awak media yang bertugas di area tersebut.

Tembakan kedua tiba-tiba datang 37 detik berselang dan membuat kendaraan liputan milik Al Jazeera hancur dan terbakar.

Bukti Sisa Sirip Rudal jadi Kunci

Dalam investigasi yang dilakukan oleh Reuters, di tempat kejadian mereka berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti.

Serpihan meriam di tempat kejadian dan yang mengenai mobil liputan, 3 jaket anti peluru, sebuah kamera, tripod dan sebuah serpihan besi yang cukup besar.

Reuters membawa bukti tersebut untuk dilakukan penelitian pada Lembaga Riset dan Penelitian (TNO) yang ada di wilayah Belanda. Hasilnya sisa sirip rudal tersebut merupakan milik dari tentara Israel.

“sirip tersebut merupakan bagian dari rudal tank yang memiliki ukuran 120 milimeter yang ditembakkan dari jarak 1,2 kilometer,” tulis hasil penelitian oleh lembaga itu.

Israel Defense Forces (IDF) membantah segala tuduhan itu, juru bicara internasional mereka yakni Letnan Kolonel Richard Hecht mengatakan bahwa anak buahnya tidak pernah menargetkan serangan pada pada jurnalis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore