Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 19.47 WIB

Joe Biden akan Menjamu Presiden Joko Widodo di Gedung Putih 13 November 2023, Benarkah Ada Isu Lawan Tiongkok?

Kebersamaan Presiden Joko Widodo (Kiri) dan Presiden Joe Biden (Kanan) (id.usembassy.go.id) - Image

Kebersamaan Presiden Joko Widodo (Kiri) dan Presiden Joe Biden (Kanan) (id.usembassy.go.id)

JawaPos.com - Menurut juru bicara AS yang mengumumkan pada Selasa (7/11), Presiden Joe Biden akan menjamu Presiden Indonesia Joko Widodo di Gedung Putih pada 13 November.

Pertemuan dengan Joko Widodo di Gedung Putih terjadi tepat sebelum Biden melakukan perjalanan ke San Francisco akhir pekan ini untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di San Francisco.

Selain itu, perlu dicatat bahwa Joe Biden dan Joko Widodo juga telah berbicara pada KTT G20 di New Delhi pada bulan September, menunjukkan hubungan kerjasama yang erat antara kedua negara.

Dilansir dari barrons.com oleh JawaPos.com, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyampaikan, dalam pertemuan bilateral mereka, Biden ingin menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat.

Untuk memperdalam kemitraan selama hampir 75 tahun antara negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia itu.

Biden dan Widodo, yang akan meninggalkan jabatannya tahun depan setelah masa jabatan keduanya berakhir, memiliki agenda yang mencakup sejumlah isu penting.

Salah satu fokus utama pertemuan mereka adalah masalah ekonomi, di mana keduanya berencana untuk menjajaki cara meningkatkan kerjasama ekonomi antara kedua negara.

Selain itu, mereka juga akan membahas inisiatif energi bersih, mencari cara untuk mempromosikan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam sektor energi, serta upaya bersama untuk mengatasi isu-isu perubahan iklim global.

Pada aspek geopolitik, pertemuan ini juga akan mencakup pembicaraan tentang cara-cara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.

Ini mencakup upaya bersama untuk mengatasi isu-isu keamanan dan kestabilan di kawasan Asia-Pasifik yang penting.

Kedua pemimpin akan berusaha mencari solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan ini dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

"Mereka juga akan berkoordinasi dalam upaya memperkuat sentralitas ASEAN dan menegakkan hukum internasional, merujuk pada blok Asia Tenggara yang tidak mencakup Tiongkok.” dikutip secara tertulis dari barrons.com oleh JawaPos.com.

Pemerintahan AS di bawah Biden telah dengan tegas menyatakan perlawanan terhadap Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu prioritas utamanya dalam kebijakan luar negeri.

Ini tercermin dalam serangkaian tindakan, termasuk peningkatan kehadiran militer dan diplomasi Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Upaya ini bertujuan untuk mengamankan posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan utama yang mendukung stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore