
Anggota tim ahli Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengamati sampel ikan di Pelabuhan Hisanohama, Iwaki pada Kamis (19/10). (Sumber: REUTERS/Eugene Hoshiko)
JawaPos.com - Sebuah tim ilmuwan Internasional mengumpulkan sampel ikan dari kota pelabuhan, dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang lumpuh di Jepang pada Kamis (19/10).
Pengambilan sampel ikan ini untuk menilai dampak pelepasan air radioaktif oleh pihak pembangkit listrik tersebut baru-baru ini.
Studi yang dilakukan oleh badan pengawas nuklir PBB ini adalah yang pertama sejak pelepasan air limbah dimulai pada Agustus, sebuah langkah yang menuai kritik dari nelayan lokal.
Hal ini juga yang mendorong Tiongkok untuk melarang semua impor produk laut dari Jepang karena kekhawatiran keamanan pangan, dilansir dari Reuters.
Para ilmuwan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada mengamati sekumpulan sampel ikan yang dikirim langsung dari kapal di pelabuhan Hisanohama, sekitar 50 km selatan pabrik yang hancur akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011.
Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium di masing-masing negara untuk pengujian independen, kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
"Pemerintah Jepang telah meminta kami melakukan hal ini dan salah satu alasan mereka, adalah untuk mencoba dan memperkuat kepercayaan terhadap data yang dihasilkan Jepang," kata Paul McGinnity, ilmuwan riset IAEA yang mengawasi survei tersebut.
Lebih dari satu juta metrik ton air, cukup untuk mengisi 500 kolam renang untuk Olimpiade, terkontaminasi akibat kontak dengan batang bahan bakar di reaktor setelah bencana pada 2011.
Sebelum dilepaskan, air disaring untuk menghasilkan isotop, sehingga hanya menyisakan tritium.
Tritium adalah isotop radioaktif hidrogen yang sulit dipisahkan, kata operator pabrik Tepco. Air juga diencerkan hingga kadar tritium berada pada kadar aman sesuai dengan regulasi yang ada.
Tritium dianggap relatif tidak berbahaya karena radiasinya tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia.
Namun, jika tertelan dalam kadar yang tinggi dibanding kadar air yang dikeluarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker, menurut artikel Scientific American pada 2014.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
