Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 03.35 WIB

Kemungkinan Terdampak Radioaktif, Para Ilmuwan Mengambil Sampel Ikan di Dekat Pelepasan Air Limbah Fukushima

Anggota tim ahli Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengamati sampel ikan di Pelabuhan Hisanohama, Iwaki pada Kamis (19/10). (Sumber: REUTERS/Eugene Hoshiko) - Image

Anggota tim ahli Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengamati sampel ikan di Pelabuhan Hisanohama, Iwaki pada Kamis (19/10). (Sumber: REUTERS/Eugene Hoshiko)

JawaPos.com - Sebuah tim ilmuwan Internasional mengumpulkan sampel ikan dari kota pelabuhan, dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang lumpuh di Jepang pada Kamis (19/10).

Pengambilan sampel ikan ini untuk menilai dampak pelepasan air radioaktif oleh pihak pembangkit listrik tersebut baru-baru ini.

Studi yang dilakukan oleh badan pengawas nuklir PBB ini adalah yang pertama sejak pelepasan air limbah dimulai pada Agustus, sebuah langkah yang menuai kritik dari nelayan lokal.

Hal ini juga yang mendorong Tiongkok untuk melarang semua impor produk laut dari Jepang karena kekhawatiran keamanan pangan, dilansir dari Reuters.

Para ilmuwan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada mengamati sekumpulan sampel ikan yang dikirim langsung dari kapal di pelabuhan Hisanohama, sekitar 50 km selatan pabrik yang hancur akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011.

Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium di masing-masing negara untuk pengujian independen, kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Pemerintah Jepang telah meminta kami melakukan hal ini dan salah satu alasan mereka, adalah untuk mencoba dan memperkuat kepercayaan terhadap data yang dihasilkan Jepang," kata Paul McGinnity, ilmuwan riset IAEA yang mengawasi survei tersebut.

Lebih dari satu juta metrik ton air, cukup untuk mengisi 500 kolam renang untuk Olimpiade, terkontaminasi akibat kontak dengan batang bahan bakar di reaktor setelah bencana pada 2011.

Sebelum dilepaskan, air disaring untuk menghasilkan isotop, sehingga hanya menyisakan tritium.

Tritium adalah isotop radioaktif hidrogen yang sulit dipisahkan, kata operator pabrik Tepco. Air juga diencerkan hingga kadar tritium berada pada kadar aman sesuai dengan regulasi yang ada.

Tritium dianggap relatif tidak berbahaya karena radiasinya tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia.

Namun, jika tertelan dalam kadar yang tinggi dibanding kadar air yang dikeluarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker, menurut artikel Scientific American pada 2014.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore