Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 21.08 WIB

Tantangan Pembangunan Sekolah Rakyat di Daerah 3T: Akses Logistik Sulit, Tenaga kerja Lokal Terampil Terbatas

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi sekolah rakyat. (Foto Ilham Wancoko) - Image

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi sekolah rakyat. (Foto Ilham Wancoko)

JawaPos.com - Target Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menuntaskan pembangunan sekolah rakyat (SR) tahap IA bakal tercapai. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan progres fisik pembangunan sekolah rakyat tahap IA secara nasional mencapai 95,89 persen. 

Dody menuturkan, hingga 5 Juli 2025 progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Tahap I telah berjalan di 63 lokasi yang tersebar di 22 provinsi dengan progres fisik sudah 95,89 persen. Diharapkan selesai 8 Juli 2025.

"Fokus pembangunan diarahkan pada wilayah-wilayah dengan angka partisipasi sekolah dasar yang masih rendah. Beberapa wilayah prioritas percepatan meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, hingga Papua," jelas Dody Hanggodo saat mengunjungi sekolah rakyat Pangudiluhur, di Bekasi Timur, Senin (7/7).  

Tantangan utama di daerah 3T mencakup akses logistik yang sulit, keterbatasan tenaga kerja lokal terampil, hingga cuaca ekstrem yang memperlambat proses distribusi material. Selain itu, koordinasi lintas lembaga di daerah terpencil juga membutuhkan waktu dan pendekatan khusus. 
 
"Untuk mengatasi hal ini, Kementerian PU menerapkan strategi berbasis lokasi, seperti pengangkutan material menggunakan moda alternatif (perahu atau motor roda tiga), pelibatan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja, dan mempertimbangkan kearifan lokal," urainya.
 
Selain itu, yang juga penting koaborasi dijalankan secara erat antara Kementerian PU, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan instansi-instansi terkait lainnya.
 
Kementerian PU bertanggung jawab atas survei lokasi dan penyiapan Sarana dan Prasarana Sekolah Rakyat. Leading sektor dari program sekolah rakyat adalah Kementerian Sosial. 
 
"Pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, pemenuhan izin, dan dukungan logistik lokal. Pendanaan penyiapan Sarana dan Prasarana Sekolah Rakyat Tahap I melalui renovasi bangunan eksisting sepenuhnya berasal dari anggaran Kementerian PU melalui skema APBN Tahun Anggaran 2025," urainya. 
 
Dody Hanggodo menuturkan, indikator keberhasilan dari sisi infrastruktur meliputi penyelesaian pembangunan tepat waktu dan sesuai standar kelayakan bangunan pendidikan, peningkatan rasio akses anak usia sekolah dasar di radius 3 km hingga 5 km dari lokasi sekolah, serta terhubungnya sekolah dengan jaringan sanitasi, air bersih, dan akses jalan lingkungan. 
 
"Survei lokasi yang dilakukan Kementerian PU mengacu pada data kemiskinan ekstrem, ketimpangan akses pendidikan, serta kondisi fisik eksisting di daerah tersebut. Keberhasilan jangka panjang tentu akan dinilai dari peningkatan angka partisipasi sekolah dan penurunan angka anak tidak sekolah di wilayah tersebut," paparnya. (idr)
Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore