Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Oktober 2024 | 15.35 WIB

Strategi Pembangunan Infrastruktur Era Prabowo-Gibran, Revitalisasi Sekolah hingga Bangun 3 Juta Rumah per Tahun

Foto udara perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (6/10/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Foto udara perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (6/10/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka telah menuangkan janji untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur dalam Asta Cita atau visi misi pemerintahannya periode 2024-2029.
 
Meski begitu, Pengamat Tata Kota Universitas Tri Sakti, Nirwono Joga memperkirakan, pembangunan infrastruktur di era Prabowo-Gibran tidak akan semasif pada era Presiden Joko Widodo. "Pembangunan infrastruktur memang tidak akan semasif era Jokowi," kata Nirwono Joga kepada JawaPos.com, Sabtu (19/10).
 
Dia membeberkan, adapun fokus pembangunan infrastruktur di era Prabowo akan mengarah pada revitalisasi sekolah dan membangun sekolah nusantara. Kemudian, meningkatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas D ke kelas C.
 
"Lalu, pembangunan food estate yang didukung pembangunan bendungan dan jaringan irigasi pertanian, serta pembangunan runmah 3 juta per tahun, terdiri dari 2 juta di perdesaan dan 1 juta hunian di perkotaan," bebernya.
 
Selain itu, Prabowo juga dinilai akan melakukan penuntasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dengan sisa jatah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dijatah 20 persen.
 
"Selanjutnya pembangunan jalan tol transjawa dan transsumatera," sambungnya.
 
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengatakan, selain IKN, Presiden terpilih Prabowo juga sudah mengarahkan dirinya untuk fokus pada peningkatan penyedian air baku dan pembangunan rumah subsidi.
 
"Yang lainnya, mestinya ya kayak air dan sebagainya harus lanjut juga, rumah juga lanjut," kata Diana.
 
Namun demikian, Diana yang saat ini digadang-gadang akan menjadi wakil menteri bidang pekerjaan umum era Kabinet Prabowo-Gibran mendatang, masih enggan menjelaskan lebih rinci terkait hal ini.
 
"Tunggu dulu saja. Sebentar lagi ada pelantikan, habis pelantikan," imbuh Diana.
 
Sementara itu, jika melihat dokumen Asta Cita atau visi misi pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029, sejumlah pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas di tengah adanya program unggulan berupa makan bergizi gratis.
 
Adapun pembangunan infrastruktur yang akan menjadi prioritas, diantaranya meliputi perbaikan untuk sekolah-sekolah yang saat ini dalam kondisi kurang dan tidak layak; melanjutkan pembangunan infrastruktur desa dan menyediakan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan.
 
Kemudian, mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, mendirikan kilang minyak bumi, pabrik etanol, serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas, baik oleh BUMN atau swasta.
 
Hingga, pengembangan pelabuhan simpul transhipment sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik.
 
Di sisi lain, jika melihat APBN 2025, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyiapkan sebesar Rp 400,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Uang tersebut nantinya, akan digunakan untuk pembangunan layanan dasar dan pangan berupa rumah susun sebanyak 3.884 unit dan rumah khusus 596 unit; Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi sebanyak 80 unit, SPAM dengan kapasitas 773 liter/detik; Jaringan irigasi (pembangunan seluas 2.000 Ha dan rehabilitasi seluas 15.000 Ha).
 
Kemudian, dari sisi penunjang konektivitas dan transportasi anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan Jalan Nasional 159,1 Km dan Jalan tol sepanjang 207,8 Km; Jembatan baru 4.993,4 meter dan Flyover/Underpass 1.552 meter; Bandar Udara di 5 lokasi, dan Pelabuhan penyebrangan 10 lokasi dan pelabuhan laut 39 lokasi.
 
Dari sisi energi dan ketenagalistrikan, pembangunan infrastruktur akan dditujukan pada jaringan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang; Pembangunan bendungan on going sebanyak 18 unit; dan Bantuan pasang baru listrik kepada 130.000 rumah tangga.
 
Sedangkan dari sisi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pemerintah Prabowo-Gibran akan menyediakan Digital Broadcasting System (DBS) sebanyak 6 lokasi; Penyediaan akses internet di 36.830 lokasi layanan publik; dan Operasional Satelit multifungsi SATRIA-1 sebesar 150 Gbps.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore