JawaPos.com - Untuk pertama kalinya Karina aespa berbicara tentang kontroversi politik yang muncul, selama pemilihan presiden Korea Selatan.
"Aku benar-benar tidak tahu apa-apa," ungkap Karina aespa, serta memberikan penjelasan seperti yang dikutip dari Allkpop.
Pada tanggal 6 Juli, Karina tampil sebagai bintang tamu di saluran YouTube 'Fairy Jaehyung' dalam sebuah episode berjudul, 'You Finally Came - Youngest guest: Karina.'
Dalam episode tersebut, Karina menyinggung kontroversi yang terjadi saat ia mengunggah foto di Instagram.
Saat masa pemilihan presiden di Korea Selatan, Karina mengenakan jaket merah bertuliskan angka '2,' yang berwarna dan simbol yang dikaitkan dengan kandidat tertentu.
“Sama sekali tidak ada maksud politik di balik ini, dan itulah mengapa aku benar-benar ingin angkat bicara."
"Aku dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar dan semua orang, yang peduli,” jelas Karina.
“Aku sedang keluar bersama staf, dan karena cuaca sedang dingin, diriku segera membeli pakaian luar untuk dipakai."
"Aku ingin berkomunikasi dengan penggemar, jadi diriku mengunggah postingan tersebut, tetapi setelah dihubungi tentang hal itu, aku langsung menghapusnya.”
“Meskipun aku berada di luar negeri saat itu (Jepang), diriku seharusnya lebih tahu. Menyadari bahwa aku perlu lebih waspada dan mendidik diri sendiri. Memang benar, aku terlalu bodoh.”
"Karena aku yang menyebabkan kontroversi, diriku merasa harus bertanggung jawab. Namun, sungguh sulit melihat anggota lain juga terpengaruh olehnya."
Postingan asli yang dimaksud diunggah pada tanggal 27 Mei, di mana saat puncak periode pemilihan presiden Korea Selatan.
Postingan tersebut menampilkan Karina, mengenakan jaket merah terang dengan angka besar '2' di atasnya, disertai emoji mawar, dalam foto yang diambil di jalanan Jepang.
Gambar tersebut memicu perdebatan di kalangan netizen Korea Selatan, yang menafsirkannya sebagai referensi ke partai politik dan kandidat tertentu.
Postingan itu segera dihapus, dan SM Entertainment selaku agensi mengeluarkan pernyataan pada saat itu.
“Karina hanya berbagi momen dari kehidupan sehari-harinya di media sosial, tanpa maksud berpolitik."
"Begitu dia menyadari bahwa postingan itu dapat disalahpahami, dia menghapusnya. Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran secara tidak sengaja.”