
JADI SAKSi: Dari kiri, Regional Director Jawa Barat MUID Rizky Ananda, kuasa hukum MUID Melissa Anggraini, dan official photographer MUID Rio Motret di Polda Metro Jaya, Jakarta.
JawaPos.com – Kasus dugaan pelecehan seksual di ajang Miss Universe Indonesia (biasa disingkat MUID) memasuki babak baru. Sebanyak enam orang yang terdiri dari tiga saksi dan tiga korban telah menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya kemarin (29/8).
”Sebelumnya mereka sudah memberikan keterangan waktu itu. Dan hari ini (kemarin, Red) kembali mempertegas keterangan tersebut,” kata Melissa Anggraini selaku tim kuasa hukum korban.
Dalam kesempatan itu, para korban juga mengungkapkan nama-nama baru yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Sebelumnya nama-nama itu tidak masuk dalam daftar terlapor.
Meski enggan membeberkan inisial, Melissa memastikan bahwa nama tersebut berasal dari pihak penyelenggara MUID. Menurut dia, sosok itu ada saat para finalis melakukan body checking yang tak sesuai prosedur tersebut.
Namun, menurut Melissa, pihak itu justru sekarang bersikap seolah-olah tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan menormalisasi proses pemeriksaan tubuh dengan kondisi setengah telanjang yang dilakukan tanpa persetujuan korban.
”Jadi, nama-nama baru itu akan ditelaah lebih jauh terkait pertanggungjawabannya,” ucap dia.
Terkait somasi yang dilayangkan pihak terlapor kepada kliennya, termasuk Rio Motret selaku saksi, Melissa enggan menanggapi. Sebab, menurut dia, rivalnya tersebut tidak teliti menelaah perkara yang tengah bergulir ini.
”Mereka tidak cermat bahwa kesalahannya bukan di klien kami. Jadi tidak perlu ditanggapi,” tegas dia.
Pihaknya juga sudah meminta perlindungan secara hukum untuk delapan korban yang melapor ke LPSK. Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah melakukan gelar perkara sekaligus menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan.
Namun, polisi belum menetapkan tersangkanya. Yang jelas, Polda Metro Jaya sudah memeriksa tiga terlapor pada 17 Agustus lalu. Dua di antaranya Direktur Miss Universe Indonesia Poppy Capella dan Chief Operating Officer (COO) Safa Attamimi.
”Satu lagi dari COO-nya juga. Mereka sudah diperiksa di tanggal itu (17 Agustus) dan hadir semua,” beber Melissa.
Kasus tersebut terungkap setelah beberapa finalis membawa masalah itu ke jalur hukum pada Senin (7/8). Seluruh finalis diminta melakukan pemeriksaan tubuh dengan kondisi setengah telanjang. Tahapan tersebut dilakukan secara mendadak tiga hari sebelum malam grand final.
Sebanyak lima dari 30 finalis difoto dengan menggunakan ponsel dalam kondisi tanpa busana. Salah satu korban juga mengaku diperintah untuk berpose vulgar. Saat ini PT Capella Swastika Karya juga sudah tidak memegang lisensi MUID. (shf/c9/ayi)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
