
Proses pembangunan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus berjalan. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono kembali memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Dia menyampaikan beberapa hal yang turut menjadi pegangan dalam kelanjutan pembangunan IKN di masa kepemimpinan Prabowo.
Hal itu dia sampaikan saat berbincang dengan awak media dalam Media Gathering Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di IKN pada Jumat (20/12).
Agung menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan secara spesifik kepada dunia internasional terkait dengan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke IKN.
Dia mencontohkan keterangan yang disampaikan oleh Prabowo dalam perhelatan G20 di Brasil beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Prabowo secara tegas menyampaikan bahwa ibu kota Indonesia harus pindah dari Jakarta.
”Bicara tentang internasional, Pak Prabowo sudah katakan di dunia internasional, di G20 itu memang kita harus pindah ibu kota karena kondisi climate change. Ini jelas, jadi aspek internasional Pak Prabowo menyampaikan begitu,” kata Agung.
Pegangan lainnya adalah Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta atau UU DKJ. Keputusan pemerintah mengubah nomenklatur seluruh instansi pemerintah di Jakarta dari DKI menjadi DKJ merupakan penegasan bahwa ibu kota akan pindah. Tidak lagi di Jakarta.
Agung memastikan bahwa IKN adalah ibu kota masa depan bagi Indonesia. Karena itu, kota tersebut disiapkan untuk menjadi kota berkelas dunia.
”Gubernur Jakarta sekarang menjadi gubernur DKJ. Juga DPRD-nya adalah DPRD Daerah Khusus Jakarta, bukan DKI lagi. Huruf I-nya hilang, tadinya DKI Jakarta sekarang DKJ. I-nya ke mana kalau gitu kan? Ya pasti akan ke sini (IKN) nanti I-nya. Jadi, kalau ada yang bertanya, ini ibu kota nggak? Ya I-nya sudah dicopot dari DKJ, I-nya akan kesini,” jelas Agung.
Di samping itu, hal lain yang juga menjadi pegangan adalah keputusan pemerintah untuk menjadikan masjid di IKN sebagai masjid negara. Status itu diambil dari Masjid Istiqlal di Jakarta.
Agung optimistis tahun depan masjid di IKN sudah menjadi masjid negara. Sehingga pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri maupun Idul Adha bisa dilaksanakan di masjid tersebut. Bagi negara muslim sebesar Indonesia, kata Agung, itu menjadi simbol penting.
”Saya sudah membayangkan salat Id saya nanti bisa di Masjid Negara IKN, karena Masjid Istiqlal tidak lagi jadi masjid negara. Jadi, ini simbol penting bagi kita negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yang namanya masjid itu penting dan Idul Fitri juga adalah momen penting,” imbuhnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
