Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 01.18 WIB

OIKN Pastikan Presiden Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN, Sudah Pamer ke Dunia Internasional

Proses pembangunan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus berjalan. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Proses pembangunan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus berjalan. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono kembali memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Dia menyampaikan beberapa hal yang turut menjadi pegangan dalam kelanjutan pembangunan IKN di masa kepemimpinan Prabowo.

Hal itu dia sampaikan saat berbincang dengan awak media dalam Media Gathering Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di IKN pada Jumat (20/12). 

Agung menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan secara spesifik kepada dunia internasional terkait dengan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke IKN.

Dia mencontohkan keterangan yang disampaikan oleh Prabowo dalam perhelatan G20 di Brasil beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Prabowo secara tegas menyampaikan bahwa ibu kota Indonesia harus pindah dari Jakarta

”Bicara tentang internasional, Pak Prabowo sudah katakan di dunia internasional, di G20 itu memang kita harus pindah ibu kota karena kondisi climate change. Ini jelas, jadi aspek internasional Pak Prabowo menyampaikan begitu,” kata Agung. 

Pegangan lainnya adalah Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta atau UU DKJ. Keputusan pemerintah mengubah nomenklatur seluruh instansi pemerintah di Jakarta dari DKI menjadi DKJ merupakan penegasan bahwa ibu kota akan pindah. Tidak lagi di Jakarta.

Agung memastikan bahwa IKN adalah ibu kota masa depan bagi Indonesia. Karena itu, kota tersebut disiapkan untuk menjadi kota berkelas dunia.

”Gubernur Jakarta sekarang menjadi gubernur DKJ. Juga DPRD-nya adalah DPRD Daerah Khusus Jakarta, bukan DKI lagi. Huruf I-nya hilang, tadinya DKI Jakarta sekarang DKJ. I-nya ke mana kalau gitu kan? Ya pasti akan ke sini (IKN) nanti I-nya. Jadi, kalau ada yang bertanya, ini ibu kota nggak? Ya I-nya sudah dicopot dari DKJ, I-nya akan kesini,” jelas Agung. 

Di samping itu, hal lain yang juga menjadi pegangan adalah keputusan pemerintah untuk menjadikan masjid di IKN sebagai masjid negara. Status itu diambil dari Masjid Istiqlal di Jakarta.

Agung optimistis tahun depan masjid di IKN sudah menjadi masjid negara. Sehingga pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri maupun Idul Adha bisa dilaksanakan di masjid tersebut. Bagi negara muslim sebesar Indonesia, kata Agung, itu menjadi simbol penting. 

”Saya sudah membayangkan salat Id saya nanti bisa di Masjid Negara IKN, karena Masjid Istiqlal tidak lagi jadi masjid negara. Jadi, ini simbol penting bagi kita negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yang namanya masjid itu penting dan Idul Fitri juga adalah momen penting,” imbuhnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore