
Italian Fascist National Symbol/Image by Bettman
JawaPos.com – Hampir semua orang mengenal Benito Musolini. Sosok Penting di Italia pada masa Perang Dunia II ini sangat lekat dengan ideologi fasisnya.
Fasis merupakan sebuah ideologi politik yang bekermbang di Eropa sekitar tahun1919 hingga tahun 1945.
Dilansir dari britannica.com, pemimpin pertama ideologi fasisme di Eropa adalah Benito Mussolini. Mussolini memberi nama partai atau gerakannya dari kata latin ‘fasces’.
Kata ‘fasces’ sendiri merujuk pada seikat batang elm atau ulmus (biasanya berisi kapak) dan simbol ini digunakan sebagai bentuk otoritas pidana pada zaman Roma kuno.
Pada akhir perang dunia II, partai-partai fasis yang ada di Eropa sebagian besar hancur dan dibubarkan. Bahkan, di Italia dan Jerman Barat yang merupakan basis terbesar ideologi ini pun turut serta melarang keberadaanya.
Partai dan gerakan yang mengusung ideologi fasisme sempat mengalami masa kejayaan pada tahun 1922 hingga tahun 1945.
Beberapa gerakan dan partai fasis yang dikenal cukup besar dalam sejarah diantaranya, National Fascist Party yang dipimpin Benito Mussolini di Italia, Nazi Party yang dipimpin Adolf Hitler di Jerman, hingga Fatherland Front yang diketuai oleh Engelbert Dollfuss di Austria.
Gerakan yang disinyalir berjalan dengan ideologi fasisme mempunyai beberapa karakteristik umum di dalamnya:
1. Menjadi Oposisi Marxisme
Sudah bukan menjadi rahasia bahwa gerakan dengan ideologi fasisme memiliki kebencian pada ideologi marxisme apapun jenisnya baik totalitarian komunis hingga sosialis demokratis.
Mussolini membuat reputasi pertamanya sebagai pimpinan fasis dengan melepaskan pasukan bersenjata untuk melawan kaum proletar seperti pekerja dan petani pada kisaran tahun 1920-1921.
Begitu Pula pada akhir perang dunia ke 1, banyak anggota nazi generasi awal yang bertugas di Freikorps (kelompok paramiliter yang dibentuk mantan tentara) melakukan banyak tekanan dan intimidasi kepada aktivis sayap kiri Jerman kala itu.
Begitu pula pada tahun 1933, Adolf Hitler secara rutin mengirim ratusan aktivis marxis Jerman ke Kamp Konsentrasi dan melakukan intimidasi kepada mereka.
2. Menjadi Oposisi Demokrasi Parlementer
Gerakan fasis mengkritik demokrasi parlementer atas sikap membiarkan ancaman gerakan marxis.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
