
Beberapa situs megalitikum di Sulawesi Tengah (Sulteng).
JawaPos.com - Indonesia sebagai negara yang berada di sekitar lempeng bumi Eurasia seringkali dilanda bencana alam. Di negeri ini juga tercatat dilalui tiga sesar pemicu terjadinya bencana gempa bumi hingga tsunami skala besar.
Oleh sebab itu, sebuah tim gabungan yang diberi nama Tim Ekspedisi Palu Koro akan diterjunkan untuk meneliti sesar Palu Koro, Sulawesi Tengah (Sulteng). Penelitian dilakukan sebagai upaya menyelamatkan warga setempat dan sumber daya alam di wilayah tersebut.
Ketua Tim Ekspedisi Palu Koro Trinurmalaningrum mengatakan, beberapa bencana besar pernah terjadi di sekitar sesar Palu Koro yang membentang dari Palu hingga Teluk Bone. Bencana besar yang pernah terjadi itu diperkirakan menelan korban hingga ratusan orang.
"Kalau melihat sejarahnya, gempa tahun 1907 itu pernah menjadi gempa yang cukup besar. Kemudian, tsunami itu cukup besar dengan korban sekitar 250 orang meninggal pada saat itu," ujar Trini, sapaan Trinurmalaningrum di gedung BNPB Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Jumat (27/7).
Dari penelitian ahli geologi lanjut Trini, siklus bencana di sesar Palu Koro ini terjadi setiap 100 tahun. Jika berkaca dari kejadian terakhir tahun 1907 maka di masa-masa sekarang menjadi waktu rawan bencana besar itu terjadi kembali.
Kekhawatiran itu pula yang membuat Tim Ekspedisi Palu Koro berkejaran dengan waktu untuk segera melakukan penelitian dan pengumpulan data. "Sebenarnya (siklus bencana sesar Palu Koro) itu 100 tahun. Dan ini seratus tahun udah lewat. Peristiwa yang tercatat terakhir tahun 1907. Sekarang ini masa rawan, ini yang dikhawatirkan," lanjutnya.
Meski demikian Trini mengimbau, masyarakat Sulteng tidak ketakutan akan ancaman bencana ini. Sebab, semuanya dapat ditangani jika mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan bencana yang mumpuni.
"Gempa dan tsunami itu tidak mematikan kalau pengetahuan masyarakat kita itu cukup baik," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko mengatakan, sesar Palu Koro setiap tahunnya bergeser sekitar 3 centimeter (cm). Angka yang terbilang kecil, namun akan berbahaya dalam jangka panjang. Efek bencana yang ditimbulkan pun membahayakan.
"Di Palu Koro pergerakan lempeng buminya 3 cm per tahun. Sesar Palu Koro merangsang gempa besar dengan korban cukup banyak," kata Daru sapaan akrab Sukmandaru.
Akibat pergerakan sesar Palu Koro ini bisa menimbulkan beberapa efek. Jika pergerakannya di kedalaman, maka efek yang dirasakan warga hanya berupa goncangan.
Namun, jika pergerakan muncul dipermukaan, maka bisa menimbulkan retakan tanah, atau adanya penurunan ketinggian tanah dari posisi semula.
Lebih jauh Daru menerangkan, paska gempa dahsyat 1907, wilayah sesar Palu Koro sempat dikosongkan oleh warga setempat. Masyarakat baru kembali berdatangan sekitar tahun 1952.
Warga pendatang inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah termasuk Tim Ekspedisi Palu Koro untuk diberi pengetahuan dalam menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Setelah gempa (1907) dulu daerah itu mulai dikosongkan, masyarakat mulai datang lagi tahun 1952. Tapi mereka kemungkinan nggak tahu sejarah di masa lalu. Makanya kita harus lakukan pendekatan untuk sosialisasi bahayanya sesar Palu Koro ini," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
