
Bus Pariwisata yang membawa rombongan asal Ciputat, Tangerang Selatan terguling di Tanjakan Emen, Sabtu lalu. Akibat insiden itu, 27 penumpang tewas.
JawaPos.com - Tanjakan Emen mendadak jadi sorotan. Ya, selepas kecelakaan yang menewaskan 27 orang Sabtu lalu, ruas jalan yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu menjadi perbincangan publik.
Tak sedikit yang mengaitkan peristiwa nahas tersebut dengan keangkeran Tanjakan Emen. Maklum, sudah banyak pengendara yang menjadi korban.
Berangkat dari hal itu, sejumlah Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat sepakat mengganti nama Tanjakan Emen.
Wakil Ketua Komisi, Daddy Rohanady mengatakan, perubahan nama tersebut dilakukan untuk mengubah image tanjakan yang selama ini terkesan angker dan penuh mistis.
Daddy juga mengaku sudah berembuk bersama Direktur Jenderal Perhubungan (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi.
"Mulai saat ini kami sepakat dengan Pak Dirjen Hubdar, nama Tanjakan Emen kami ganti menjadi Tanjakan Aman," ujar Daddy ketika melakukan kunjungan ke Tanjakan Emen sebagaimana dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup), Kamis (15/2).
Sebagai informasi, Emen adalah nama panggilan seorang purnawirawan TNI yang kemudian menjadi sopir truk. Nama aslinya Taslim. Pada tahun 1965, dia mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut hingga meninggal dunia.
Keluarga Taslim keberatan nama Emen (Taslim) selalu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi. Mereka menilai seolah-olah Emen memberi andil pada kecelakaan tersebut.
Dalam kunjungan yang juga dihadiri sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jabar itu, turut digelar pula Yasinan (pengajian membaca surah Yasin). Hadir pula masyarakat Kampung Aster, kepala desa, camat, dan korlantas polsek setempat.
Daddy mengungkapkan, Tanjakan Emen sangat rawan kecelakaan. Selain tikungan yang cukup tajam, ruas jalan tersebut kemiringannya cukup curam.
Menurutnya, harus ada beberapa alternatif agar kejadian kecelakaan di wilayah tersebut bisa ditekan. Serta, ke depan harus ada solusi baru dari alternatif jalur tersebut.
"Tanjakan itu harus dilengkapi dengan beberapa sarana pengamanan, misalnya rambu-rambu peringatan atau pun rambu save-front," beber dia.
Selain itu, di ruas jalan ini rencananya akan dibangun pula areal escape (tempat penyelamatan darurat).
"Bahkan, sedang disusun perencanaan untuk jalur alternatif. Semua itu bertujuan agar tidak terjadi lagi kecelakaan, khususnya di lokasi dan umumnya di sepanjang ruas jalan yang cukup panjang tersebut," tutup dia.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
