Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2017 | 19.41 WIB

Ingat! Tahun Ajaran Baru Sekolah, Jangan Asal Gadai Emas

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Banyak orang tua kurang persiapan saat tahun ajaran baru, salah satunya masalah biaya. Apalagi tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Para orang tua kebanyakan lebih memprioritaskan pada kebutuhan berbelanja untuk Lebaran dan lupa dengan kebutuhan tahun ajaran baru sekolah. Akibatnya, dalam keadaan yang terdesak, para ibu memilih untuk menggadaikan perhiasan emas mereka.


Jika ini sampai terjadi, Pakar Perencana Keuangan Universitas Indonesia (UI) Zaafri Husodo menyesalkan hal itu. Jika terpaksa menggadaikan emas di tempat pegadaian yang resmi, memang menjadi jasa yang menyediakan kecepatan untuk kebutuhan finansial. Namun menurutnya, nasabah bisa terjebak bunga yang tinggi.


“Kalau sudah sangat segera, boleh lah. Memang gadai itu mudah, tapi bunganya sangat tinggi. Katakanlah saya beli emas, jadi penghasilan periode tersebut untuk belanja bukan rutin. Artinya pengeluaran rutin terganggu, mengorbankan pengeluaran rutin kita,” kata Zaafri kepada JawaPos.com, Selasa malam (27/6).


Zaafri menegaskan, menggadai perhiasan bisa digunakan jika benar-benar tak ada pilihan lain. Namun dia memprediksi, jika uang dari menggadai perhiasan digunakan untuk biaya sekolah maka akan kesulitan untuk menebusnya.


“Butuh waktu yang sangat panjang dengan bunga yang sangat tinggi,” tukasnya.


Untuk menyiasati keperluan membeli perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu, Zaafri menyarankan agar orang tua yang memiliki anak yang sekolah, memanfaatkan diskon lebaran, di toko-toko atau pusat perbelanjaan.


“Ini kan momen paling baik libur sampai 2 Juli. Anak sekolah bahkan masuk 14 Juli 2017. Diskon jelang lebaran biasanya tinggi-tinggi, diskon akan tambah tinggi setelah Lebaran selesai. Karena bisnis perlu boosting pasca lebaran. Orang tua juga harus rasional sikapi ini,” tegasnya.


Selain itu, orang tua juga harus mendidik anak untuk bersikap nasional. Anak biasanya merengek dibelikan sepatu atau tas dengan merek mahal.


“Tak harus model paling terbaru atau merek mahal. Memang butuh waktu mendidik anak bersikap rasional, tapi juga enggak bisa lepas dari sikap orang tua kan. Atau bisa menyiasati dengan membeli di toko online dengan harga yang kompetitif dan produk dalam negeri,” tandasnya. (cr1/JPG)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore