Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 00.36 WIB

Mengenang Satu Tahun Letusan Dahsyat Gunung Marapi: Banyak Pendaki Kehilangan Nyawa hingga Akibatkan Banjir Lahar Dingin

Ilustrasi mengenang satu tahun kejadian Gunung Marapi. (Dok. PVMBG) - Image

Ilustrasi mengenang satu tahun kejadian Gunung Marapi. (Dok. PVMBG)

JawaPos.com - Tepat setahun yang lalu, Minggu 3 Desember 2023 Gunung Marapi yang terdapat di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat ini meletus pada pukul 14.54 WIB.

Letusan ini diawali dengan dentuman yang sangat kuat, bahkan terdengar ke Kota Bukittinggi yang berjarak 15 kilometer dari kawah Gunung Marapi.

Usai kejadian tersebut, hujan abu dan batu melanda sejumlah daerah di Agam, Sumatra Barat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan, setidaknya tercatat 14 dari 16 kecamatan di wilayah tersebut terkena abu dan hujan batu.

Dikutip melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (3/12), letusan Gunung Marapi menciptakan kolom abu setinggi 3 ribu meter di atas puncak atau setara 5891 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terlihat jelas dengan warna abu gelap yang tercatat melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm serta durasi 4 menit 41 detik.

Ngerinya, kolom abu ini juga terasa di sejumlah daerah di beberapa wilayah Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, dan Bukittinggi.

Melalui release yang dikeluarkan, kejadian erupsi tanggal 3 Desember 2023 tersebut tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan. 

Tercatat Gempa Vulkanik-Dalam (VA) hanya terekam 3 kali antara tanggal 16 November 2023 hingga 2 Desember 2023. 

Peralatan deformasi (Tiltmeter) yang berada di stasiun puncak menunjukkan pola mendatar pada sumbu radial dan sedikit inflasi pada sumbu tangensial. 

Hal ini menunjukkan proses erupsi berlangsung cepat dan pusat tekanan hanya berada pada kedalaman dangkal (sekitar puncak).

1. Awal Kejadian Letusan Gunung Marapi

Di saat kejadian, letusan besar ini mengakibatkan material berupa batu dan pasir berhamburan dari dalam kawah. 

Dilaporkan pula saat kejadian, terdapat sejumlah 75 orang pendaki berada di sekitar kawah Gunung Marapi.

Beruntungnya, sebagian besar berhasil dievakuasi dan turun dengan kondisi luka, sementara 23 orang meninggal dunia, serta 1 orang dilaporkan meninggal di rumah sakit. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore