Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 01.53 WIB

Alasan Aqiella Nadya Shafwah, Anak Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Surabaya Bertekad Jadi Polwan

Aqiella Nadya Shafwah anak dari Ipda Ahmad Nurhadi, salah satu korban bom di Surabaya lolos menjadi anggota Polri. (Mabes Polri) - Image

Aqiella Nadya Shafwah anak dari Ipda Ahmad Nurhadi, salah satu korban bom di Surabaya lolos menjadi anggota Polri. (Mabes Polri)

JawaPos.com–Aqiella Nadya Shafwah anak dari Ipda Ahmad Nurhadi, salah satu korban bom gereja di Surabaya mengungkapkan bagaimana cara belajar hingga lolos menjadi anggota Polri.

Tak dimungkiri, insiden bom di Surabaya pada 2018 menjadi pukulan berat bagi Aqiella dan keluarganya. Saat itu, dia sekeluarga merasakan kepedihan mendalam atas peristiwa yang dialami ayahnya. Namun ketabahan serta semangat Ipda Ahmad Nurhadi melanjutkan hidup menjadi kekuatan dan motivasi Aqiella untuk melanjutkan tugas ayah sebagai abdi negara.

”Saya sudah melihat perjuangan bapak, ini bagi saya sangat keren sekali, Jadi pengabdiannya bapak ini bukan main-main, tapi sungguh. Bukan hanya sekadar bekerja mencari nafkah untuk keluarga, tapi mengabdi kepada masyarakat dan negara, sampai harus mengorbankan diri sendiri, taruhannya nyawa,” tutur Aqiella.

Aqiella menyatakan bahwa dirinya sudah bertekad menjadi polwan. Tekad itu disampaikan pada ayahanda, Ipda Ahmad. Ayahandanya itu justru mendukung.

Aqiella menyampaikan, Ipda Ahmad Nurhadi mendukung niat Aqiella untuk melanjutkan pengabdian, sementara sang ibunda memasrahkan pilihan pada Aqiella.

”Bapak mendukung saya, mendukung saya dengan cita-cita saya ini untuk meneruskan perjuangan bapak. Kalau ibu diserahkan kepada saya, nggak ada paksaan. Pokoknya apa pun yang saya pilih, jika itu yang terbaik, akan didoakan, didukung juga,” ujar Aqiella.

Masih kata Aqiella, dirinya mengikuti rekrutmen Bintara Polri lewat jalur rekrutmen proaktif (rekpro). Kendati demikian, Aqiella sudah mempersiapkan fisik, mental, dan kemampuan akademis, sebelum proses seleksi.

”Saya Bintara Polri jalur rekpro, penghargaan orang tua, penghargaan terhadap bapak. Proses rekpro dengan regular sama saja, tapi rekpro setahu saya ada kuotanya. Tesnya nggak ada yang membedakan, sama-sama wajib mengikuti semuanya mulai dari jasmani, terus psikologi dan lain-lain sama saja. Jadi saya sebelumnya sudah mulai belajar untuk tes akademik, soal-soal psikologi, sama yang pertama pasti mempersiapkan mental dulu,” ucap Aqiella.

Aqiella mempelajari soal-soal tes masuk Bintara Polri dari internet. Dalam persiapan tes jasmani, Aqiella mempersiapkan kemampuan renang, shuttle run, dan lainnya.

”Belajar di internet gitu, sama persiapan fisik, latihan jasmani, lari, berenang, shuttle run, kayak gitu di sela-sela sekolah,” sebut Aqiella.

Serangkaian persiapan itu dilakukan Aqiella karena peserta rekrutmen jalur rekpro tak pasti lolos jika tak memenuhi syarat. ”Nggak pasti lolos (peserta jalur rekpro), kalau dia nggak memenuhi syarat bisa nggak lolos, makanya saya juga persiapan akademis, mental dan fisik,” terang Aqiella.

Aqiella mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce yang memberinya kesempatan mengikuti proses rekrutmen Bintara Polri.

”Bapak saya senang banget. Dia senang banget. Saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada Bapak Kapolri, Bapak Asisten SDM, Bapak Kapolda Jatim, dan Bapak Kapolrestabes Surabaya, karena sudah memberikan saya kesempatan ikut di penerimaan Bintara 2024 ini, dan juga untuk meneruskan perjuangan bapak,” ucap Aqiella.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore