
Photo
SESEORANG berpakaian warna gelap yang sedang diinterogasi massa terekam video amatir. Sambil duduk bersimpuh, dia berusaha menjawab pertanyaan dengan terbata-bata. Keterangan dalam video itu menyebutkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) telah menyuruh orang untuk membakar benderanya sendiri.
Video tersebut lantas banyak dibagikan ulang lewat Facebook. Salah satunya oleh akun Umi Khairina yang juga menambahkan komentar singkat. ”Tercyduk. Orang Suruhan PDIP, mengakui Bahwa dia di suruh PDIP, untuk membakar benderanya sendiri,” tulis Umi Khairina kemarin (bit.ly/OrangSuruhan).
Informasi itu menyebar setelah aksi demo penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada Rabu (24/6) di depan gedung DPR. Dalam aksi tersebut memang terjadi insiden pembakaran bendera PDIP. Tak ayal, semua komentar netizen di postingan itu bernada benci dan provokatif.
Namun, jika video tersebut dicermati, logat pria yang menginterogasi bukan seperti gaya berbicara orang di Jakarta. Malah lebih mirip logat masyarakat di kawasan Sumatera.
Memanfaatkan situs padanan gambar, pria yang diinterogasi itu ternyata pelaku perusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, pada 2018. Video serupa diunggah kanal YouTube milik News&Entertainment pada Desember 2018. Artinya, rekaman tersebut sudah ada jauh sebelum insiden pembakaran bendera PDIP di depan gedung DPR, Jakarta. Anda dapat melihat kemiripan video itu di bit.ly/Kejadian2018Riau.
Portal Jawa Pos National Network (JPNN) juga memberitakan kejadian perusakan baliho penyambutan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Disebutkan, perusakan bendera Demokrat di Pekanbaru terjadi pada Sabtu, 15 Desember 2018.
Dalam kasus tersebut, Polda Riau menetapkan satu orang tersangka bernama Heryd Swanto. Menurut Kabidhumas Polda Riau Kombes Sunarto, penyidik sudah mendapatkan alasan pelaku yang mengaku mendapat bayaran. Namun, pihaknya masih mendalami sosok yang menjanjikan uang itu. ”Pelaku tergiur upah Rp 150 ribu,” katanya. Anda bisa membacanya di bit.ly/PerusakanBenderaPD.
Sementara itu, terkait pelaku pembakaran bendera PDIP, partai berlogo banteng tersebut tetap memilih jalur hukum. Meski demikian, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah mengatakan, partainya masih membuka pintu maaf bagi oknum-oknum pembakar bendera. Anda dapat membaca ulasan JPNN itu di bit.ly/TetapJalurHukum.
FAKTA
Video yang diunggah akun Facebook Umi Khairina merupakan kejadian 2018. Pria yang diinterogasi massa merupakan pelaku perusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, pada Desember 2018.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7bPg-Yj93Ro
https://www.youtube.com/watch?v=GrgVEAozMlE
https://www.youtube.com/watch?v=nsxVjMXeNMg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022